Kreasi

Kreasi di Tengah Pandemi Corona, Inda Trimafo Buat Hand Sanitizer Dari Cokelat

Setelah sempat viral dengan tutorial cara membuat hand sanitizer di media social, akhirnya I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, membuat formula hand

Kreasi di Tengah Pandemi Corona, Inda Trimafo Buat Hand Sanitizer Dari Cokelat
Anak Agung Seri Kusniarti
Inda Trimafo saat menunjukkan hand sanitizer dan cokelat POD miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah sempat viral dengan tutorial cara membuat hand sanitizer di media social, akhirnya I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, membuat formula hand sanitizer dengan cokelat. Owner POD Chocolate ini, bahkan menyertakan cokelat dalam bahan hand sanitizernya.

“Sebab kan pas Covid-19 ini merebak, selain masker, hand sanitizer juga menjadi barang mewah nan langka,” jelas wanita yang juga Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali ini, kepada Tribun Bali, Senin (11/5/2020). Termasuk desinfektan juga cukup langka di awal, karena tingginya permintaan.

“Dulu mungkin banyak yang menyepelekan hand sanitizer, tapi begitu ada Corona semua mencari dan barangnya langka,” ujarnya. Hal ini dimungkinkan karena permintaan tinggi, hampir di seluruh negeri sehingga kehabisan stok. Namun Inda, sapaan akrabnya, sangat senang karena kini hand sanitizer mulai ada di pasaran dengan harga normal.

Mengingat sebelumnya, harga hand sanitizer di pasaran khususnya di online market cukup tinggi. “Akhirnya saya punya ide, membuat hand sanitizer menggunakan 95 persen alcohol dikombinasikan dengan cocoa butter dan aroma mint,” sebutnya. Cocoa butter, kata dia, adalah lemak cokelat atau minyak yang keluar secara alami dari buah cokelat.

Fungsi cocoa butter ini, untuk menghaluskan kulit. “Kemudian biasanya kan pakai gel aloe vera, sekarang kami tambahkan minyak peppermint untuk menambah aroma segar dan fresh,” katanya. Selain kemasan kecil, ia juga memproduksi dengan kemasan satu liter yang dibanderol Rp 175 ribu. Hand sanitizer ini bisa didapatkan di Sanur, Mengwi, dan Binong, semua cabang dan gerai POD Chocolate. 

Ia pun terus mempromosikan hand sanitizer ini, termasuk memberikan gratis kepada krama yang membutuhkan saat dia turun ke lapangan. “Kadang saya berikan ke kantor perbekel, saat saya turun,” ujar anggota DPRD Badung ini. Selain itu, ia juga promosi melalui link HIPMI dan bukan semata-mata jualan namun juga membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Ia mulai memproduksi sejak April 2020. “Karena masih baru, memang masih promosi kenalan dekat. Namun ke depan akan dipromosikan secara luas, karena saya piker ke depan ini potensial,” katanya.  Untuk yang 5 liter harganya dibanderol Rp 875 ribu. “Tapi kalau untuk disumbangkan, saya kasi harga special,” katanya. Ia berharap pekerja yang dirumahkan karena pandemic ini bisa kembali kerja dan memproduksi hand sanitizer sehingga kembali mendapatkan penghasilan.(ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved