New Normal

PHRI : Industri Butuh Working Capital Memulai New Normal

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengamini ihwal adanya wacana new normal di Bali. Ia mengatakan, industri pariwisata dan stak

PHRI : Industri Butuh Working Capital Memulai New Normal
anak agung seri kusniarti
Rai Suryawijaya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengamini ihwal adanya wacana new normal di Bali. Ia mengatakan, industri pariwisata dan stakeholder terkait sedang mempersiapkan Tourism Respon and Recovery Program (TRRP).

“Pemerintah pusat sudah membuka wacana ini, namun untuk Bali perlu hati-hati. Jangan sampai ada gelombang kedua, akan sangat berbahaya,” tegasnya kepada Tribun Bali, Senin (25/5/2020). Apalagi saat ini tingkat hunian (okupansi), sudah menyentuh nol persen.

Sehingga banyak industri pariwisata dan turunannya, terpaksa merumahkan karyawan bahkan beberapa terpaksa mempehaka. Untuk memulai new normal di Bali, kata dia, diperlukan working capital atau bantuan dana bailout dari pemerintah.

“Nah working capital ini untuk membayar gaji karyawan yang kembali bekerja, listrik, iuran BPJS, dan lain sebagainya. Sebab kan hotel dan restoran belum ada pemasukan sama sekali pasca ditutup akibat penyebaran pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, ia telah menyebutkan bahwa ketahanan pengusaha pariwisata di Bali hanya 3 bulan sejak Maret hingga Mei 2020. Menginjak bulan keempat pengusaha kebanyakan keok dan ngos-ngosan, bahkan ada hotel yang telah tutup.

“Kita kan pikir Maret akan kehilangan market China saja, tapi malah 216 negara kena dampak pandemi ini, beberapa negara masih lockdown, dengan protokol kesehatan sangat ketat. Tentu ini tidak gampang,” tegasnya.

Jika dahulu turis yang datang ke Pulau Dewata sebanyak 16 ribu-18 ribu per hari. Saat new normal mungkin hanya 1.000-2.000 turis saja, sehingga okupansi paling sekitar 9-10 persen. Proses recovery masing sangat panjang.

“Working capital ini sudah kami ajukan ke pemerintah pusat, sebagai soft loan atau bailout. Sampai saat ini belum ada respon, yang baru direspon tentang relaksasi utang pengusaha. Sedangkan kalau re-opening harus ada modal untuk operasional hotel, dan pembayaran pengeluaran lainnya,” sebutnya.

Perkiraan dana yang dibutuhkan untuk working capital ini sekitar Rp 5 triliun. Angka tersebut diestimasikan mampu menghidupi seluruh hotel, restoran, UKM, dan industri pariwisata lainnya agar bisa hidup sampai akhir tahun. “Intinya, kalau saya prediksi secara pribadi, re-opening ini manisnya mulai Juli, secara bertahap karena tidak mungkin seluruh member PHRI akan buka,” kata Rai.

Tentu hotel yang telah siap dengan SOP new normal, dan standar kesehatan serta kebersihan baru yang akan buka. Ia melihat untuk wilayah Badung, hotel di seputaran ITDC Nusa Dua, Kuta, Legian, telah siap menghadapi new normal ini dengan SOP dan protokol yang sesuai dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai industri merugi juga, semuanya dilakukan perlahan secara bertahap,” jelasnya. Nantinya, turis yang memilih mau menginap dimana. Setelah ada booking, baru hotel berani beroperasi. “Semua wilayah punya keunikan masing-masing,Ubud dan Lovina saja beda dan unik,” imbuhnya.

Selain hotel, seluruh stakeholder seperti bandara, pelabuhan, hingga destinasi wisata harus menyiapkan protokol kesehatan optimal dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19. “Karena transmisi lokal kan cukup naik, apalagi ada orang tanpa gejala (OTG) sekarang,” jelasnya.

Sehingga tidak ada gelombang kedua, dan terus dipastikan ada penurunan korban secara grafik. “Makanya saya prediksi Juni ini belum bisa, yang memungkinkan penurunan dan melandai itu pada pertengahan Juni, barulah Juli re-opening untuk Bali,” katanya. Sebab jika dipaksakan buka tanpa kesiapan, selain kerugian karena tamu sedikit juga bahaya dari segi keamanan terhadap penyebaran virus.

“Tamu tidak banyak karena sekarang penerapan social distancing, di dalam pesawat juga demikian, pasti penumpang turun 50 persen, karena kursi tidak bisa diisi penuh,” tegasnya. Ia berharap semua ini dipikirkan dan dipersiapan secara matang. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved