New Normal

Kunjungan Wisman Turun Dalam, Cok Ace Harapkan New Normal Bisa Membawa Angin Segar

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, mencatat secara akumulatif periode Januari-April 2020 sebanyak 1.050.024 kunjungan wisman langsung ke Bali. “Jumlah

Kunjungan Wisman Turun Dalam, Cok Ace Harapkan New Normal Bisa Membawa Angin Segar
Istimewa
Cok Ace 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUNTRAVELBALI.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, mencatat secara akumulatif periode Januari-April 2020 sebanyak 1.050.024 kunjungan wisman langsung ke Bali. “Jumlah ini turun sedalam minus 42,30 persen, dibandingkan periode Januari-April 2019 (yoy) yang tercatat sebanyak 1.819.664 kunjungan,” sebut Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

Kunjungan wisman selama Januari-April 2020 didominasi wisman asal Australia (21,18 persen), Tiongkok (11,15 persen), India (6,42 persen), Rusia (5,39 persen), Jepang (4,58 persen), Amerika Serikat (4,41 persen), Inggris (4,43 persen), Korea Selatan (4,05 persen), Malaysia (2,95 persen), dan Perancis (2,79 persen). “Tiongkok tercatat sebagai negara dengan penurunan jumlah wisman paling dalam, selama Januari-April 2020 dibandingkan Januari-April 2019, yaitu sedalam minus 72,23 persen, disusul Malaysia  minus 42,71 persen, dan Amerika Serikat  minus 40,59 persen,” jelasnya.

Kedatangan wisman langsung ke Bali pada April 2020, tercatat sebanyak 327 kunjungan. Jumlah tersebut turun sedalam  minus 99,79 persen, dibandingkan catatan Maret 2020 (mtm) sebesar 156.877 kunjungan. “Bila dibandingkan April 2019 (yoy), jumlah wisman tercatat turun sedalam  minus 99,93 persen karena pada April 2019, kunjungan wisman tersebut tercatat sebanyak 477.069 kunjungan,” imbuhnya. Wisman yang berkunjung ke Bali sebagian besar datang melalui bandara, yaitu sebanyak 273 kunjungan (83,49 persen). Sementara itu yang masuk melalui pelabuhan laut pada bulan April 2020 tercatat sebanyak 54 kunjungan (16,51 persen).

Hal ini menjadi perhatian dalam webinar bertajuk “Roadmap Bali’s Next Normal” yang diikuti Pemerintah Provinsi Bali, bersama stakeholder terakait khususnya insan pariwisata. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menjelaskan pariwisata adalah lokomotif perekonomian Bali. “Kalau kita melihat kunjungan dari tahun 2019, ada 6,3 juta lebih wisman yang datang ke Bali. Dengan ranking 5 besarnya meliputi Australia, Tiongkok, India, Eropa, AS,” jelasnya  via aplikasi Zoom.

Masing-masing wisman, kata dia, memiliki ketertarikannya sendiri. Misalnya wisman Tiongkok, menyukai alam seperti pantai, karena secara geografi di wilayah China untuk mencapai pantai agak sulit. Sehingga mereka datang ke Bali untuk melihat pantai. “Walaupun sesungguhnya wisman Tiongkok juga tertarik budaya, hanya saja karena keterbatasan guide berbahasa Mandarin menyebabkan nilai ketertarikannya pada budaya khususnya wisman Tiongkok tidak besar,” jelasnya.

Wisman Australia, menyatakan Bali sebagai second home (rumah kedua). Sejarah awal  era 70-an dari Australia telah datang ke Bali. “Saya kebetulan sekolah di Sydney sambil magang di travel agent, jadi saya tahu,” imbuhnya. Alasan mereka (wisman Australia) datang ke Bali, pertama karena biaya hidup lebih murah tinggal di Pulau Dewata. Kedua karena mereka mendapatkan kebebasan di Bali, kadang ada wisman naik motor tanpa baju, helm, dan sebagainya. “Nah ini perlu dicermati ke depan, karena kita sedang menuju ke Bali era baru. Ini perlu dicermati agar tidak salah sasaran dan salah strategi,” tegas Cok Ace, sapaan akrabnya.

New normal ke depan, kata dia, membawa konsekuensi harga akan lebih meningkat, karena kamar tadinya isi 100 hanya bisa diisi 50 sesuai aturan social distancing. Kemudian penggunaan alat kebersihan,  hand sanitizer, dan lain sebagainya, termasuk biaya untuk kartu sehat dan tes Swab juga tidak murah. Sehingga terjadi seleksi alam untuk turis yang masuk ke Bali ke depannya. Ini searah dengan keinginan pemerintah dan insan pariwisata untuk mendatangkan turis berkualitas ke Bali. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved