Reopening Bali

Menparekraf dan Gubernur Bali Bahas Re-Opening Bali 9 Juli 2020

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, kunjungan kerja ke Bali sejak 16 Juni 2020. Pada hari kedua, Wishnutama santap siang di Ubud

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, kunjungan kerja ke Bali sejak 16 Juni 2020. Pada hari kedua, Wishnutama santap siang di Ubud, bersama gubernur dan wakil gubernur, serta insan pariwisata di Bali

Menparekraf
Suasana temu media Kemenparekraf bersama Pemprov Bali dan stakeholder terkait

. Pertemuan yang berlangsung lebih dari 2 jam itu, membahas banyak hal. Satu diantaranya adalah kesiapan Bali untuk re-opening.

“Tadi kami dengan menteri tidak bicara spesifik mengenai kepariwisataan saja. Menteri melihat situasi di Bali secara umum dalam kaitan dengan persiapan untuk melaksanakan protokol new normal secara nasional,” jelas Gubernur Bali, Wayan Koster, Rabu (17/6/2020). Koster menjelaskan, perkembangan Covid-19 di Bali masih cukup dinamis, transmisi lokal masih cukup tinggi di beberapa wilayah, seperti Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Badung.

“Maka dari sisi kesehatan, saya dan tim melihat Bali memang belum kondusif dan layak untuk protokol dalam konteks pariwisata,” tegasnya. Namun ia telah menyiapkan konteks protokol pariwisata dalam konteks era baru. “Rencananya kalau situasinya kondusif, tanggal 9 Juli 2020 kita akan berlakukan buka dan pergerakan untuk Bali dalam beberapa sektor kecuali pendidikan dan pariwisata,” sebut Koster.

Untuk pendidikan, Pemprov Bali menunggu arahan dan kebijakan Mendikbud. Sedangkan untuk pariwisata, kata Koster, ia masih melihat perkembangan. Tahap pertama, pembukaan pada 9 Juli jika dirasa kondusif atau berhasil maka akan ada pembukaan tahap kedua untuk dibuka bagi wisatawan domestik/wisatawan nusantara. “Kalau tahap pertama berhasil, maka tahap kedua akan dilaksanakan bulan Agustus 2020,” sebutnya.

Berlanjut, untuk pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman) tahap ketiga akan dibuka pada September 2020. “Tetapi ini hanya ancang-ancang, bukan jadwal. Pelaksanaannya jadi apa tidak, sangat tergantung dari perkembangan situasi dan dinamika Covid-19, khususnya transmisi lokal di Bali. “Sebab untuk pariwisata ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menparekraf, jangan sampai ada pandemi gelombang kedua di Bali. Karena itu akan beresiko dan sangat berat periode selanjutnya,” tegas Koster.

Menparekraf, Wishnutama, mengamini hal ini. “Tanggal 9 Juli baru bicara domestik Bali,” jelasnya. Lanjutnya, ia mengapresiasi setelah melihat Bandara Ngurah Rai, hotel, dan tempat-tempat yang telah disiapkan protokolnya ketika Bali siap dibuka telah siap. “Saya mengapresiasi Pemprov Bali dan jajarannya dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Yang terpenting adalah nanti pada saat 9 Juli dibuka untuk sebagian sektor, diharapkan bisa disiplin,” tegasnya.

Sehingga pada tahap pertama, bisa dilihat apakah semuanya berjalan dengan baik atau tidak. Termasuk tingkat penyebaran Covid-19 nantinya. “Walaupun secara over all, penyebaran Covid-19 di Bali relatif lebih rendah dibandingkan tempat lain. Tetapi sekali lagi, yang perlu dibangun di Bali adalah kepercayaan publik, atau kepercayaan kepada wisatawan dan calon wisatawan domestik atau internasional,” tegasnya. Mengingat, marwah bisnis pariwisata  adalah kepercayaan.

“Nah setelah itu, baru masuk tahap kedua. Jadi tahap kedua itu, ditentukan apabila tahap satu dilaksanakan dengan berhasil dan baik,” imbuhnya. Wishnutama berharap pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, pada saat memasuki tahap satu melakukan dengan sebaik mungkin. Baik para pelaku maupun masyarakatnya. Sehingga pelaksanaan bisa lancar dan tahap kedua bisa dilakukan lebih cepat. Tentunya dengan dukungan, pemerintah dan seluruh stakeholder termasuk Polda Bali dan jajarannya.

Harapannya, memasuki tahap kedua kepariwisataan bisa bangkit kembali dan akhirnya tahap ketiga wisman bisa welcome ke Bali. “Jadi dari bandara protokolnya sangat baik, kemudian di ITDC juga bagus termasuk prosedur di rumah makan dan sebagainya,” tambahnya. Kapolda Bali, Golose, mendukung program Menparekraf. “Tentunya bersama stakeholder di Bali, kalau dilihat memang persebaran lokal ada. Tetapi jika dibandingkan kecelakaan lalu lintas, tingkat meninggal dunianya mencapai ratusan sampai hari kemarin. Sedangkan Covid-19 hanya  6 orang saja,” sebutnya. (ask)

Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved