Kuliner

Selama Pandemi Virus Corona, Anthi Kembangkan Usaha Kuliner Rumahan

Anthi Wijaya seorang karyawan yang akhirnya kini memutuskan untuk menjadi Owner Cemal Cemil, usaha kuliner rumahan yang Ia rintis bersama dengan Suami

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Anthi tengah menunjukkan salah satu kuliner unggulannya di Cemal Cemil 

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Anthi Wijaya Jadikan Usaha Kuliner Rumahan Menjadi Peluang Bisnis Menguntungkan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALITRAVEL.COM, DENPASAR- Pandemi virus corona sejak beberapa waktu lalu ini memanglah memberikan banyak dampak mulai dari kesehatan sendiri hingga perekonomian masyarakat.

Telah sering terdengar adanya cerita mengenai kenalan hingga kerabat yang menuturkan bahwa dirinya dirumahkan, kerja hanya beberapa hari ataupun yang telah diphk.

Namun, meskipun sedang berada di posisi paling tersulit pun, tak sedikit juga beberapa orang yang mulai banting setir dengan melirik peluang usaha baru lainnya.

Tentunya untuk dapat mencoba hingga bertahan dalam bisnis barunya tersebut, sangat dibutuhkan keberanian serta ketekunan yang luar biasa besarnya.

Hal inilah yang dilakukan oleh Anthi Wijaya seorang karyawan yang akhirnya kini memutuskan untuk menjadi Owner Cemal Cemil, usaha kuliner rumahan yang Ia rintis bersama dengan Suaminya.

Sejak akhir April 2020, Ia dan Suaminya, Putu Joka Andika mencoba untuk memulai usaha Cemal Cemil tersebut.

Anthi Wijaya menuturkan bahwa berawal dari kesukaan mereka terhadap coklat, mereka pun mencoba mencari menu kuliner cemilan yang simple dan lezat.

"Isenglah Kita buka YouTube untuk nyari cemilan yang enak dan gampang dibuat. Terus ketemulah resep Truffles yang bahannya simple karena cuma dibuat dari dua bahan yang sederhana," tutur Anthi pada Tribun Bali.

Bahan yang Ia maksudkan tadi yakni whipped cream dan coklat balok atau batangan yang dimana nantinya whipped cream dihangatkan dan dicampurkan bersama dengan potongan coklat batangan.

Setelah menjadi satu, kemudian adonan tersebut didinginkan di kulkas dan nantinya dibentuk menjadi bentuk bulat.

Ketika telah menjadi adonan berbentuk bulat, kemudian nantinya choco truffle tersebut dibaluri topping dark choco.

"Awalnya Saya gak ada niatan untuk jualan. Saya iseng bawa 4 testing ke kantor dan ternyata itu hari terakhir Saya kerja karena Saya juga belum tahu bahwa hari itu akan dirumahkan. Tester tadi langsung habis dan ternyata emang beneran enak," ungkap perempuan yang juga anggota dari Komunitas Malu Dong ini.

Dark Choco Truffle ini sendiri memiliki tekstur yang mousse dan kaya akan rasa coklat.

Tapi kini, selain varian tersebut, Anthi juga berkreasi dengan menggunakan dry coconut sebagai toppingnya.

Hal ini sendiri juga dikarenakan ada beberapa kenalannya yang mengaku kaget dengan rasa dari topping dark choco ini mengingat rasa dark choco sendiri awalnya agak pahit namun lama kelamaan akan berubah menjadi manis.

Akhirnya, Anthi pun mencoba dengan mengganti topping ke dry coconut dan Ia pun tak menyangka bahwa rasa ini juga sangat disukai.

Menurutnya, rasa dari Coconut Choco Truffle ini memiliki cita rasa yang tentunya mousse dan dibalut dengan rasa gurih dari parutan kelapa yang telah dikeringkan.

Kemudian, Ia dan Suami pun mencoba untuk membuat packaging indah dan tanpa menggunakan bahan plastik mengingat dirinya dan suami yang terus menggalakkan mengenai pengurangan penggunakan barang berbahan plastik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved