Potensi WFB

Cok Ace : Potensi Bekerja Dari Bali Jadi Peluang Baru

Insan pariwisata kembali mengadakan webinar online. Kali ini membahas ihwal potensi bekerja dari Bali. Bali’s Next Normal Webinar ke-5 ini, mengambil

Cok Ace : Potensi Bekerja Dari Bali Jadi Peluang Baru
Instagram/ @inlawscoffee
In Laws Coffee, Kuta, Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Insan pariwisata kembali mengadakan webinar online. Kali ini membahas ihwal potensi bekerja dari Bali. Bali’s Next Normal Webinar ke-5 ini, mengambil topik “Imagine Working from Bali, Why Not” yang dilangsungkan pada 26 Juni 2020 via Zoom.

Webinar diawali dan dipandu moderator, Levie Lantu. Membahas diskusi strategis dan memberikan resume dari seri webinar yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Topik yang diangkat sebagai tema pada webinar ke-5, adalah berdasarkan masukan dalam diskusi pada webinar seri  ke-3  yang bertema “What is the State of the  Biggest Tourism Market for Bali” yang dicetuskan H.E. Djauhari Oratmangun, Wagub Cok Ace pada 5 Juni 2020.

Webinar kemudian dibuka Wakil Gubernur, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Cok Ace, sapaan akrabnya, menyampaikan banyaknya anjuran Working from Home (WFH) di berbagai belahan dunia, dapat menjadi peluang dan mengarahkannya menjadi Working from Bali (WFB). Dan seperti layaknya adat, hal ini dapat menjadi tradisi baru dalam konteks bekerja. Ditambahkan pula bahwa  pada umumnya Bali secara CHS ( Cleanliness, Health, Safety)  sudah memenuhi aspek.

“Ditambah keramahan masyarakat Bali, taksu vibrasi holistiknya dan infrastruktur yang memadai membuat hal tersebut menjadi peluang,” sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Minggu (28/6/2020). Terlebih, Bali juga secara geografis sangat strategis diantara benua Australia dan Asia Pasifik. Ini menegaskan bahwa ide ini merupakan potensi, yang mumpuni untuk dikembangkan.

Terlepas dari tantangan yaitu peningkatan kecepatan internet, apalagi Bali juga memiliki program yaitu  Bali Smart Island.  “Hal ini sangat  sejalan dengan arah visi tersebut. Kendala lainnya adalah regulasi visa, dan berharap para pemangku kebijakan dapat duduk bersama untuk membuat solusi bersama,” tegasnya. Diskusi dilanjutkan Ketua Bali Tourism Board, I.B. Agung Partha, yang melangsungkan kegiatan webinar ini  dari Desa Les, Buleleng di Bali Utara.

Hal ini sekaligus, mengecek dan untuk melihat bagaimana koneksi internet di desa yang cukup jauh dari pusat kota Denpasar tersebut. Siaran webinar ini, menjadi semakin menarik dengan dibuktikannya langsung bahwa peserta webinar yang berada di Australia, Inggris, Laos, dan kota lain di Indonesia tetap saling dapat melaksanakan komunikasi webinar dengan lancar dan tanpa kendala.

Gus Agung, sapaan akrabnya, memperlihatkan tepi pantai Desa Les, sekaligus memperlihatkan keindahan suasana pulau Dewata untuk bekerja daring. Hal ini memperkuat bahwa keberadaan Bali sangat dapat diperhitungkan untuk menjadi destinasi digital berikutnya. Paulus Herry Ariyanto, MD AVB ASIA, turut memaparkan data dan pemikiran untuk elaborasi potensi ide Work From Bali.

Ia mengambil data  kesimpulan dari hasil survei Future of Works  bahwa 78 persen, orang memilih jadwal waktu bekerja yang fleksibel serta telecommuting (komunikasi jarak jauh). Kemudian 82 persen, orang mengharapkan keseimbangan dalam hal bekerja dan kehidupan.Sedangkan hasil dari riset Gallup, menyatakan temuannya bahwa 54 persen, orang berani meninggalkan pekerjaannya jika mereka dapat menemukan pekerjaan baru yang dapat memberikan mereka fleksibilitas.

Serta menegaskan bahwa perubahan digital ini, membawa perubahan peradaban. Berdasarkan survei Nomad List untuk Travel Destination, Bali merupakan tujuan nomor satu dikarenakan lima alasan utama yaitu cuaca bagus, biaya hidup lebih murah dari kota-kota lainnya, pantai-pantai yang indah,  kaya akan sejarah dan jati diri budaya, serta aman untuk tinggal. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved