Pariwisata Indonesia

SNI Pengelolaan Pariwisata Alam Demi Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan

BSN telah menetapkan Standarisasi dan penilaian kesesuaian, BSN telah menetapkan Standar Nasional Indonesia 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam

SNI Pengelolaan Pariwisata Alam Demi Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Istimewa
Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah 

SNI Pengelolaan Pariwisata Alam Demi Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALITRAVEL.COM, DENPASAR- Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa dan lebih dari 1700 pulau dengan lebih dari 300 suku bangsa dengan 742 bahasa daerah mewarnai budaya Indonesia.

Indonesia juga memiliki 51 taman nasional dan keanekaragaman hayati terbesar nomor tiga di dunia dan berdasarkan data dari the travel & tourism competitive index 2019, Indonesia berada dalam posisi ke 40 dari 140 negara.

Indeks ini melihat tiga hal, yakni sumber daya alam, harga, dan keterbukaan internasional serta tak pelak, berdasarkan rencana pembangunan nasional, tahun 2045 Indonesia ditargetkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata utama di Asia dan dunia dengan 73.6 juta wisatawan mancanegara, dan pertumbuhan devisa 4.9 persen per tahun.

Sayangnya, pandemi COVID-19 telah menimbulkan efek negatif bagi sektor pariwisata Indonesia dan selama masa pandemi covid-19, kunjungan wisatawan mancanegara bulan April tahun ini turun sebesar 87,44 persen daripada bulan April tahun 2019.

“Ini tantangan bagi kita bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Zakiyah dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali pada Selasa (23/6/2020).

Disebutkan bahwa, saat ini strategi new normal yang diatur oleh pemerintah telah mengizinkan sektor pariwisata dibuka karena dianggap berisiko rendah dan momen ini dapat menjadi titik balik bagi pengelola kawasan pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Zakiyah menilai, dalam mengelola kawasan pariwisata, keseimbangan ekonomi, sosial dan budaya harus menjadi satu kesatuan yang utuh dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan saat ini pemerintah telah menerbitkan beberapa regulasi dan acuan yang dapat diterapkan oleh para pengelola kawasan pariwisata.

Sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, BSN telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved