Bandara Ngurah Rai

Penumpang Via Bandara Ngurah Rai Turun 63,6 Persen

Periode Januari-Juli 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencatat sebanyak 4,87 juta penumpang dan 38 ribu pergerakan pesawat u

Istimewa/Humas Angkasa Pura
Suasana penerimaan tamu di Bandara Ngurah Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –  Periode Januari-Juli 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencatat sebanyak 4,87 juta penumpang dan 38 ribu pergerakan pesawat udara keluar masuk Bali via bandar udara.Catatan tersebut masih berada jauh, di bawah jumlah pergerakan penumpang dan pesawat udara pada periode yang sama di tahun 2019 lalu.

Selama tujuh bulan berjalan di tahun 2020, tercatat sebanyak 4.871.017 penumpang dan 38.738 pergerakan pesawat udara terlayani. Sementara pada periode yang sama tahun 2019 lalu, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali melayani penumpang sebanyak 13.398.700 jiwa, yang terangkut melalui 87.724 pergerakan pesawat udara.

Jika dilakukan perbandingan pada kedua periode, tercatat selisih jumlah penumpang yang terlayani, yaitu sebanyak 8.527.683 jiwa, atau turun sebesar 63,6 persen. Sedangkan untuk pergerakan pesawat udara, turun sebesar 55,8 persen, atau selisih 48.986 pergerakan pesawat udara.“Masih seperti di pencatatan bulan sebelumnya di tahun 2020 ini, jumlah penumpang dan pesawat udara masih jauh jumlahnya dibandingkan dengan tahun 2019 lalu,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, dalam siaran pers beberapa waktu lalu.  

Meskipun demikian, untuk statistik Juli secara keseluruhan dapat dikatakan cukup menggembirakan dibanding statistik Mei dan Juni. “Terdapat pertumbuhan yang cukup menggembirakan,” lanjutnya. Selama 31 hari pencatatan di Juli 2020, tercatat sebanyak 80.586 penumpang diangkut melalui 1.381 pesawat udara. Catatan tersebut terbagi menjadi 77.245 penumpang rute domestik, dan 3.341 penumpang rute internasional, yang terangkut melalui 1.282 pesawat rute domestik dan 99 pesawat rute internasional.

“Sedangkan pada Mei, hanya terdapat 8.829 penumpang dan 322 pergerakan pesawat. Untuk bulan Juni, kami melayani sebanyak 19.816 penumpang melalui 545 pergerakan pesawat udara,” sebutnya. Jika dihitung, dari Mei ke Juni ada pertumbuhan penumpang sebesar 124 persen, serta 69 persen untuk pesawat. Juni ke Juli, tumbuh 307 persen untuk penumpang, dan 153 persen untuk pesawat. Tentunya pertumbuhan yang signifikan ini dapat dikatakan cukup membawa kabar gembira di dunia penerbangan.

Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang terlayani Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, di Juli 2020 ini terutama dipengaruhi faktor berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali No. 305/GUGASCOVID19/VI/2020 yang mulai berlaku pada 5 Juli silam. Melalui surat ini, calon penumpang rute domestik, yang hendak bepergian ke Bali melalui jalur udara dapat menggunakan surat keterangan uji Tes PCR dengan hasil tes negatif atau surat keterangan hasil uji Rapid Tes dengan hasil non-reaktif yang masih berlaku. 

“Sesuai prediksi kami, di bulan Juli ini jumlah penumpang dan pergerakan pesawat yang terlayani meningkat secara drastis dibanding catatan bulan Mei dan Juni,” katanya. Peningkatan ini telah diantisipasi melalui beberapa hal, baik itu secara infrastruktur maupun secara pengelolaan kapasitas terminal bandar udara.“Kapasitas terminal saat ini kami fungsikan sebesar 50 persen dari kapasitas terminal, naik dari sebelumnya yang hanya 35 persen dari kapasitas maksimal,” katanya. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, serta untuk menghindari adanya penumpukan dan antrian penumpang di terminal.

“Dari sisi infrastruktur, saat ini kami telah memasang perangkat disinfeksi berbasis sinar ultraviolet (Sinar UV) yang dipasang di jalur eskalator dan baggage claim. Melalui perangkat ini, pegangan eskalator dan bagasi dapat secara otomatis dilakukan disinfeksi, sehingga dapat meminimalisir potensi penyebaran virus via kedua fasilitas ini,” jelasnya. Selain itu, saat ini juga telah difungsikan touchless tollgate, sehingga pengguna yang masuk bandar udara dengan kendaraan roda empat tidak perlu menyentuh tombol tiket.

“Prinsip tujuannya sama, untuk meminimalisir kontak tangan dengan permukaan benda yang sering disentuh. Hal ini semata-mata kami tujukan untuk meningkatkan pelayanan, serta untuk memberikan rasa aman dari risiko potensi penyebaran virus melalui penerbangan,” imbuh Herry. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved