We Love Bali

We Love Bali, Ingatkan Pentingnya CHSE Bagi Kesehatan dan Ekonomi Bali

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Bali, telah mulai dirasakan dengan lumpuhnya pariwisata, penurunan omzet penjualan UMKM dan koperasi, pe

anak agung seri kusniarti
Suasana pertemuan Kemenparekraf, Pemprov Bali, bersama stakeholder pariwisata, perbankan, dan media di Denpasar, Selasa (22/9/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Bali, telah mulai dirasakan dengan lumpuhnya pariwisata, penurunan omzet penjualan UMKM dan koperasi, penurunan penjualan produk pertanian dan industri kerajinan rakyat.

Disamping itu menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, juga berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di kabupaten/kota se-Bali terutama di Kabupaten Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar.

Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi menjadi minus 1,14 persen pada triwulan I-2020, dan pada triwulan II-2020 minus 10,98 persen,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Selasa (22/9/2020) di Denpasar. 

Para pekerja di sektor formal, usaha jasa pariwisata, telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 2.667 orang dan yang sudah dirumahkan sebanyak 73.613 orang.

“Oleh karena itu, sudah harus dilakukan dua hal secara bersamaan yaitu penanganan Covid-19 yang harus dilaksanakan semakin baik, mengingat sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obat untuk menyembuhkan orang yang terjangkit,” jelas Kadisparda Bali, Putu Astawa.

Lanjutnya, selain itu diperlukan aktivitas dan berbagai upaya dalam rangka pemulihan perekonomian demi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Gubernur Bali bersama bupati/walikota Se-Bali telah bersepakat, melaksanakan aktivitas masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 secara bertahap, selektif, dan terbatas dengan melaksanakan protokol tatanan kehidupan era baru.

Astawa mengatakan, ada beberapa tahapan dalam tatanan era baru. Diantaranya, melaksanakan aktivitas secara terbatas dan selektif hanya untuk lingkup lokal masyarakat Bali, mulai tanggal 9 Juli 2020.

Tahap Kedua, melaksanakan aktivitas secara lebih luas, termasuk sektor pariwisata, namun hanya terbatas untuk wisatawan nusantara, mulai tanggal 31 Juli 2020. “Aktivitas tahap pertama dan tahap kedua, telah berlangsung relatif dengan baik dan sukses,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved