Profil Seniman di Bali

Mengenal Sosok Ajik Topok, Seniman Bali Yang Berkarir Sejak Tahun 1982

Ajik Topok merupakan salah satu seniman Bali yang telah memulai karirnya sejak tahun 1982.

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Karsiani Putri
Karsiani Putri
Ajik Topok, salah satu seniman di Bali yang telah berkarir sejak tahun 1982 

Mengenal Sosok Ajik Topok, Seniman Bali Yang Berkarir Sejak Tahun 1982

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALITRAVEL.COM, DENPASAR- Bagi Tribunners yang menggemari tayangan Drama Gong pastinya sudah tak asing lagi ketika mendengar nama Ajik Topok. 

Ajik Topok merupakan salah satu seniman Bali yang telah memulai karirnya sejak tahun 1982. 

Dan ciri khas dari Ajik Topok sendiri terletak pada make up, rambut serta lelucon-lelucon yang selalu menghibur.

"Setiap ketemu dengan Ajik Topok itu pasti tidak ada bahasanya untuk tidak ketawa karena selalu ada saja yang bisa diketawakan dari wajah Saya dan semuanya," ucap pria yang bernama lengkap Ida Bagus Made Ngurah Yasa tersebut. 

Kepada Tribun Bali, Ia menuturkan bahwa nama Topok sendiri memiliki arti 'Tokoh Populer Kerakyatan' dan nama ini sengaja dipilihnya agar mudah diingat oleh masyarakat. 

Ia juga mengaku bahwa sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Ia telah mulai berkesenian, yakni menggambel, serta tampil dalam Kecak Janger anak-anak. 

Hal ini jugalah yang membuat Ajik Topok selalu dipilih oleh guru-gurunya untuk selalu berada pada posisi terdepan dalam setiap pementasan. 

Ajik Topok mengaku bahwa semua hal tersebut Ia peroleh secara otodidak tanpa ada guru khusus yang mengajarinya. 

Menurutnya, pada waktu tersebut, Ia hanya mencontoh penampilan dari para pemain drama gong yang Ia tonton lalu sesampainya di rumah, Ia akan langsung berlatih sendiri dari apa yang Ia lihat dan Ia ingat. 

Dan ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ajik Topok terpilih untuk mewakili Bangli dalam pementasan drama anak-anak di Art Centre. 

"Dari tahun 1982 sampai dengan sekarang Saya sudah pentas keliling Indonesia, hanya Timor-timor dan Irian Jaya saja yang belum. Kalau di luar negeri, Saya pernah pentas di Thailand dan Jeju, Korea Selatan," tutur pria kelahiran 31 Desember 1968 ini. 

Menurutnya, total sudah lebih dari 100an judul drama gong yang telah Ia pentaskan.

Dan sejak tahun 1993 dirinya telah aktif mengajar tari topeng hingga joged di kediamannya di Bangli, Bali.

Ia pun merasa bangga dan berterimakasih ketika melihat banyak seniman muda lainnya yang belajar dan menekuni bondres serta mampu mendirikan drama gong.

Dan menurutnya ini adalah salah satu upaya dalam pelestarian budaya Bali. 

Ajik Topok menuturkan bahwa di zaman yang sudah maju ini, sangatlah mudah bagi masyarakat khususnya seniman muda yang ingin belajar berkesenian, mengingat semua hal sudah dapat diakses di sosial media. 

Mereka pun dapat menggali serta mengadopsi ilmu-ilmu dari para seniman lainnya. 

"Tetap belajar dan galilah terus semasih kamu mampu dan semasih ada umur yang panjang," pesannya. (PU)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved