We Love Bali

We Love Bali, Kampanyekan CHSE di Destinasi Pariwisata Favorit

Kementerian Pariwisata telah menggulirkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. Kepanjangan CHSE adalah Cleanliness (kebersihan), Health (keseha

Istimewa
Peserta We Love Bali berpose di Jembatan Kuning Nusa Lembongan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kementerian Pariwisata telah menggulirkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. Kepanjangan CHSE adalah Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (Ramah Lingkungan). 

CHSE merupakan salah satu strategi Menparekraf, Wishnutama Kusubandio, dalam memulihkan sektor kepariwisataan. Semangat ini pun diadaptasi, dalam implementasi program 'We Love Bali'. 'We Love Bali' menjadi salah satu program recovery, sekaligus edukasi CHSE di tempat wisata. 

Panitia We Love Bali dari PT Bintang Nusantara MICE, Putri Kesuma, berharap kampanye CHSE membentuk ‘safety awarenes’ di kalangan pelaku usaha di Pulau Dewata. “Kesadaran akan keamanan itu, tentunya juga memerlukan dukungan dari masyarakat (komunitas), akedemisi, pengusaha, dan media,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Senin (19/10/2020).

Ia mengakui, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata dan desa wisata. Termasuk, melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan, di hotel tempat menginap dan DTW yang dikunjungi dengan mengisi form cek list CHSE.   

"Intinya, implementasi penerapan CHSE sangat penting menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan," tegas Putri. Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf), bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan stakeholder menggelar program We Love Bali. 

We Love Bali dilaksanakan guna mempromosikan kepariwisataan Pulau Seribu Pura ini. Apalagi Bali saat ini terpuruk karena pandemi. Promosi itu, dibarengi dengan kunjungan ke daya tarik wisata dan desa wisata. Tak sekadar berkunjung, We Love Bali juga diikuti sosialisasi protokol kesehatan bidang pariwisata. 

Program pemulihan pariwisata bertajuk We Love Bali ini melibatkan setidaknya 4.400 peserta. Agenda We Love Bali dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata di Bali.

Program We Love Bali digelar selama 2 bulan (Oktober-November 2020). Peserta yang terlibat dalam program ini, berasal dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, ASN, karyawan perusahan swasta, karyawan usaha wisata, Pokdarwis, komunitas hobi, fotografer dan lainnya. 

"Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk DTW, biaya rapid test, dan perlengkapan lainnya," jelas Putri. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved