Travel Liburan Akhir Oktober

Cegah Penularan Covid-19, Kunjungan ke Lokasi Wisata di Bali pada Libur Akhir Oktober Dibatasi

Peningkatan pergerakan orang sejalan dengan libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober 2020 berpotensi menyebabkan peningkatan penularan Covid-19

Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Ilustrasi kunjungan wisatawan 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah provinsi Bali masih terus melakukan upaya-upaya pengendalian serta pencegahan penyebaran covid-19 di Bali.

Bali memang menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi zona merah Covid-19

Oleh karena itu pemerintahan daerah di Bali saat ini sangat gencar melakukan tindakan pencegahan penularan covid-19.

Baca juga: Meski Mudah Dibawa, Ternyata Mi Instan Tidak Disarankan Jadi Bekal Buat Naik Gunung

Baca juga: Educational Camp di Muncak Sari, Sensasi Nge-Camp di Areal Kebun Kopi

Baca juga: The Mill Dewata Hadirkan Promo Indonesian package dan Western package

Baca juga: New Tourism and Living Destination, Damara Village Jimbaran Hijau Phase 1 Sold Out

Hal ini mengingat Bali menjadi salah satu daerah tujuan wisatwa di Indonesia.

Akhir Oktober 2020 mendatang, yakni mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020, masyarakat berkesempatan untuk menikmati libur yang cukup panjang.

Pada 28 dan 30 Oktober 2020, Pemerintah memberikan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada 29 Oktober 2020.

Sementara 30 Oktober dan 1 November memang bertepatan dengan libur akhir pekan.

Suasana areal kemping di areal perkebunan kopi Muncak Sari, Penebel, Tabanan.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Suasana areal kemping di areal perkebunan kopi Muncak Sari, Penebel, Tabanan.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin) (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menilai, peningkatan pergerakan orang sejalan dengan libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober 2020 berpotensi menyebabkan peningkatan penularan virus corona.

Berkaitan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menekan terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 tersebut maka pihaknya meminta kepada pemerintah kabupaten/kota, para pengelola dan pemangku kepentingan di tempat-tempat wisata serta masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud Dewa Indra yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Tak hanya itu, Dewa Indra juga meminta agar jumlah kunjungan wisatawan dibatasi sampai dengan 50 persen dari kapasitas.

Baca juga: Wisata Religi, Banyak Pejabat Datangi Pura Maospahit Tatasan 

Baca juga: Trip 12 Program We Love Bali Andalkan Perpaduan Pantai dan Desa Wisata 

Baca juga: Hargai Profesionalistas, Kemenparekraf Rilis Buku Bagi Para Desainer di Indonesia

Baca juga: We Love Bali, Cegah Kluster Wisata Supir Pawiba Ikuti Rapid Tes

"Kami sangat berharap kepada para media, agar senantiasa menyampaikan pesan liburan yang aman dan nyaman tanpa kerumunan, tanpa kumpul-kumpul, dengan demikian kasus bisa kita kendalikan," terang Dewa Indra.

Hal itu Dewa Indra sampaikan melalui Surat Edaran Nomor 4253 tahun 2020 tentang Kewaspadaan Kegiatan Libur Panjang dan Cuti Bersama Bulan Oktober 2020 dalam Rangka Menekan Kasus Penularan Covid-19 di Provinsi Bali.

Mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu juga meminta kepada aparat aparat daerah khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bekerjasama dengan aparat TNI/Polri agar mengawasi
tempat-tempat pariwisata untuk mengurangi kerumunan.

Mereka juga diminta untuk melakukan sosialisasi secara terus menerus di berbagai tempat wisata terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19 agar libur panjang menjadi lebih aman dan nyaman. (*)

Ikuti kami di
Editor: Alfonsius
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved