Travel

Meski Mudah Dibawa, Ternyata Mi Instan Tidak Disarankan Jadi Bekal Buat Naik Gunung

bentuk mi instan yang mudah dan ringan untuk dibawa serta penyajian yang cepat menjadi alasan bagi para pendaki untuk membawanya sebagai bekal

Istimewa
Ilustrasi mi instan 

TRIBUN-BALI.COM - Siapa yang tidak suka mi instan?

Rasanya hanya sedikit orang yang tidak suka mengonsumsi mi instan. Makanan paling populer di kalangan anak kos ini menjadi salah satu primadona para pendaki gunung.

Betapa tidak, bentuk mi instan yang mudah dan ringan untuk dibawa serta penyajian yang cepat menjadi alasan bagi para pendaki untuk membawa makanan cepat saji ini sebagai bekal.

Baca juga: Educational Camp di Muncak Sari, Sensasi Nge-Camp di Areal Kebun Kopi

Baca juga: The Mill Dewata Hadirkan Promo Indonesian package dan Western package

Baca juga: We Love Bali, Cegah Kluster Wisata Supir Pawiba Ikuti Rapid Tes

Baca juga: BRI Permudah Masyarakat Terima Bantuan BPUM Dari Pemerintah

Mi instan menjadi salah satu makanan cepat saji yang paling digandrungi orang-orang

Tidak bisa dipungkiri, mi instan menjadi salah satu makanan favorit sebagian besar orang mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, orang kaya maupun orang biasa, anak kos juga pegawai kantoran.

Harus diakui, mi instan menjadin salah satu makanan favorit, bukan saja karena banyak cirta rasa tetapi juga karena murah dan mudah dimasak.

Ternyata para pendaki gunung juga biasanya membawa bekal mi instan saat melakukan geiatan pendakian ke gunung.

Alasan paling umum memnbawa mi instan bagi pendaki adalah karena ringan, mudah dibawa dan mudah dimasak.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyajikan semangkuk mi instan.

Meskipun begitu ternyata mi instan tidak disarankan oleh ahli gizi untuk dijadikan bekal bagi pendaki.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Alfonsius
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved