Travel

Meski Mudah Dibawa, Ternyata Mi Instan Tidak Disarankan Jadi Bekal Buat Naik Gunung

bentuk mi instan yang mudah dan ringan untuk dibawa serta penyajian yang cepat menjadi alasan bagi para pendaki untuk membawanya sebagai bekal

Editor: Alfonsius
Istimewa
Ilustrasi mi instan 

Hal ini menimbulkan tekanan darah seseorang naik dan berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Mengonsumsi garam berlebih juga mampu menimbulkan kerusakan pembuluh darah yang bisa berisiko pikun, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke hingga penyakit ginjal kronik.

Kandungan garam yang tinggi juga mampu menyebabkan kegemukan, kerapuhan tulang, dan kanker lambung meningkat.

2. Hanya ada tepung minim nutrisi

Ketika membeli mi instan, seseorang akan tergoda dengan gambar mi yang lengkap dengan sayur dan lauknya.

Menurut dr Tan, seseorang jangan terkecoh dengan gambar tersebut.

Ia menuturkan, dalam satu bungkus mi instan hanya mengandung tepung.

"Yang kelihatan lengkap itu cuma iming-iming gambar di bungkusnya. De facto isi bungkusnya enggak jauh-jauh cuma tepung minim nutrisi," ujar dia.

3. Bukan sumber tenaga yang dibutuhkan pendaki

Ia menilai, mi instan bukan merupakan sumber tenaga yang dibutuhkan pendaki gunung sejati.

Pendaki gunung yang sejati, kata dia, adalah seseorang yang memanfaatkan anugerah pemberian Tuhan.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar para pendaki bisa membeli bahan makanan yang berasal dari alam, seperti ubi, singkong, kentang, jagung, dan talas.

"Satu bungkus mi instan rata-rata ada 180-200 kilokalori (kkal).

Manusia normal dewasa rata-rata butuh 2.000-an kkal.

Yakin mau makan mi instan 10 bungkus per hari?" tanya dr Tan.

4. Tidak mencukupi kebutuhan kalori seorang manusia dewasa

Manusia hidup membutuhkan kalori setiap harinya.

Jelas dr Tan, seorang manusia dewasa membutuhkan sekitar 2.000 kkal setiap harinya.

Namun, hal itu tidak akan bisa dilakukan hanya dengan mengonsumsi mi instan.

Menurut datanya, satu bungkus mi instan rata-rata hanya memiliki 180-200 kkal.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved