Travel

Meski Mudah Dibawa, Ternyata Mi Instan Tidak Disarankan Jadi Bekal Buat Naik Gunung

bentuk mi instan yang mudah dan ringan untuk dibawa serta penyajian yang cepat menjadi alasan bagi para pendaki untuk membawanya sebagai bekal

Editor: Alfonsius
Istimewa
Ilustrasi mi instan 

"Selain itu, kelebihan garam yang luar biasa pada mi instan. Miskin protein dan nutrisi lainnya," tambah dia.

5. Bukan karbohidrat pilihan pangan pendaki gunung sejati

Alasan terakhir yang ia beberkan adalah mi instan bukan merupakan karbohidrat pilihan pangan seorang pendaki sejati.

Ia menuturkan, seorang pendaki seharusnya menghargai pemberian Tuhan, yaitu bahan pangan alami, misalnya ubi, singkong, kentang, jagung, dan talas.

"Makanan dari alam memberi keseimbangan nutrisi dan padat gizi," paparnya.

Mengonsumsi mi instan di gunung, tambah dia, juga dapat menimbulkan manusia terancam hipotermia, gangguan defisit kalori, dan gangguan pencernaan.

Lebih jauh, dr Tan juga menjelaskan alasan masih banyak pendaki gunung yang membawa bekal mi instan.

Itu karena banyak pendaki berpikir mendaki gunung adalah rekreasi biasa, bukan surviving.

"Jadi, lebih baik besok kalau naik gunung bawa umbi, jagung, semua sumber karbo yang amat baik. Jangan lupa bawa juga buah. Tinggal siasati protein, jangan kornet," kata dia.

Dr Tan juga memaparkan bahwa dalam satu bungkus mi instan biasanya memiliki kandungan sebagai berikut:

* 188 gram kalori

* 27 gram karbohidrat

* 7 gram lemak total

* 3 gram lemak jenuh

* 4 gram protein 0,9 gram serat

* 861 miligram natrium

* Tiamin: 43 persen tiamin dari rekomendasi harian

* 12 persen folat dari rekomendasi harian

* 11 persen mangan dari rekomendasi harian

* 10 persen besi dari rekomendasi harian

* 9 persen niacin dari rekomendasi harian

* 7 persen dari riboflavin. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved