Wisata Sungai

Wisata Sungai, BRI Serahkan Bantuan Penataan dan PembersihanTukad Empelan

Tukad Empelan yang berlokasi di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, kini menjadi destinasi alternatif yang bisa dikunjungi oleh ma

Istimewa/Doc BRI
Suasana Tukad Empelan setelah diperbaharui dan diperbaiki difasilitasi BRI Kanwil Denpasar sejak November 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tukad Empelan yang berlokasi di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, kini menjadi destinasi alternatif yang bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk melepas penat.

Tukad yang dulunya kotor dan dipenuhi semak belukar, saat ini telah tertata rapi dan ramah terhadap anak-anak.  Menjadi destinasi wisata murah, sebagai alternatif pelepas penat. Berjalan dari November 2019. Lalu pada Selasa, 27 Oktober 2020 bantuan penataan dan pembersihan Tukad Empelan resmi diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba.

I Ketut Sukra, didampingi aparatur Desa Darmasaba. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Ida Bagus K.Subagia, mengatakan pasca diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba. Maka perawatan, pemeliharaan dan pengelolaan Tukad Empelan, selanjutnya akan dilakukan pihak Desa Darmasaba.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, selain bantuan penataan, pembersihan, dan edukasi masyarakat. “Kami juga menyerahkan bantuan 3 unit sepeda motor pengangkut sampah. Satu unit mesin pencacah sampah organik, satu mesin pengayak dengan total bantuan senilai Rp 635.000.000,” sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Selasa (27/10/2020).

Bagus menuturkan, program “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” sejak November 2019 ini terdiri dari dua kegiatan. Yaitu program bersih-bersih sungai atau kali dan program sampah jadi duit. “Melalui program ini, BRI mengajak masyarakat mencintai sungai atau kali dengan tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.

Sampah yang dihasilkan, kata dia, diharapkan dapat dipilah dari rumah tangga. Seperti sampah an organik adalah botol plastik, dan sebagainya yang tidak bisa didaur ulang segera. Untuk ditabung di bank sampah dan menghasilkan uang.

Kemudian sampah organik, dapat diolah oleh tim TPST3R Desa Darmasaba menjadi pupuk kompos, dengan bantuan mesin pencacah sampah yang diberikan BRI. Pupuk tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian, maupun urban farming. “Guna menyukseskan program ini, kami juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida,” katanya.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung. BUMDes Desa Darmasaba, serta tim TPST3R Desa Darmasaba. “Ke depan kami harapkan setelah diserahterimakan oleh BRI pada pihak Desa Darmasaba, program ini dapat dikelola dan ditata serta dikerjakan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved