Thewakanda

Hadirkan View Sawah, Rasakan Sensasi Wakanda di Kemenuh

Banyak yang belum tahu, di Kemenuh, Gianyar ada boutique resort berbintang 4 bernama Thewakanda A Pramana Experience. Terletak di Jalan Subak Gunung S

Anak Agung Seri Kusniarti
Owner bersama pihak Pramana berpose di Thewakanda A Pramana Experience, Kemenuh, Gianyar, Jumat (6/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Banyak yang belum tahu, di Kemenuh, Gianyar ada boutique resort berbintang 4 bernama Thewakanda A Pramana Experience. Terletak di Jalan Subak Gunung Sari, Sumampan, Kemenuh, Gianyar. Akomodasi wisata anyar ini, menawarkan panorama alam luar biasa. Terlihat kiri, kanan, depan, dan belakang adalah panorama sawah.

Bahkan akomodasi ini, juga dekat dengan banyak akses. Mulai dari air terjun Tegenungan, air terjun Sumampan, air terjun Uma Anyar, goa gajah. Termasuk akses ke Ubud hanya 15-20 menit. Akses ke Denpasar dan bandara juga tidak terlalu jauh. Banyaknya destinasi wisata yang dekat akomodasi ini membuat turis tidak akan bosan.

CEO Pramana Experience, I Nyoman Sudirga Yusa, menjelaskan resort bintang 4 ini memiliki 23 kamar. Diantaranya 12 kamar tipe garden suite, 10 kamar floor suite, dan  1 kamar tipe president suite. “Di Wakanda juga menawarkan fasilitas restoran, bar, kolam renang umum, dan paviliun untuk yoga,” jelasnya pada opening Thewakanda A Pramana Experience, Jumat (6/11/2020).

Nama Wakanda, kata dia, diambil dari sebuah film fiksi terkenal di dunia. “Wakanda sendiri kan merupakan desa fiksi, yang berada di tengah hutan belantara. Keindahannya dapat dilihat saat memasuki hutan belantara itu,” imbuhnya. Hal ini sama dengan lokasi resort ini, yang berada di tengah sawah nan indah.

Sehingga membuat waktu beristirahat dan refreshing bagi tamu yang menginap, menjadi lebih maksimal. “Harapan kami, semua yang masuk ke ke Thewakanda A Pramana Experience ini. Dapat terpulihkan energinya, dengan segala fasilitas yang memanjakan di resort,” tegasnya. Konsep bangunannya pun beda dari yang lain.

Ia merinci, bahwa desain ruangan menggunakan konsep geometri, dan bentuk octagonal serta hexagonal. Guna mengunci energi vibrasi alam, dengan mengatur ruang gerak yang efisien. Tidak ada pembatasan target pengunjung, dan resort ini menerima semua kalangan.

Baik itu backpacker, family, honeymoon, dan turis lokal maupun mancanegara dari semua tempat. “Kami juga tidak menyediakan TV, tapi bisa by request. Agar tamu lebih memanjakan dirinya,” jelasnya. Struktur bambu juga terlihat dominan di sini, memberi desain menyatu dengan alam. Di sisi lain, bambu juga lebih low cost.

Sehingga ia berharap, ke depan traveller dari manapun bisa menginap di sini. Promosi pun terus dilakukan dengan gencar, baik melalui media sosial maupun promosi ke luar negeri. Pihaknya pun akan berkontribusi pada lingkungan sekitar, serta ikut melestarikan adat dan budaya Bali. Satu diantaranya dengan mempekerjakan masyarakat lokal, yang saat ini porsinya sudah lebih dari 40 persen.

Protokol kesehatan, pencegah Covid-19 pun dilakukan dengan ketat. Mulai dari wastafel di pintu masuk, lengkap dengan sabun cuci tangan. Kemudian cek suhu, welcome drink, serta menyediakan hand sanitizer di kawasan resort. Termasuk pembersihan kamar dengan desinfektan.

Resort unik ini, telah dikonsepkan sejak 2018 dan dieksekusi mulai Januari 2019. “Lalu selesai Oktober 2020. Sebenarnya rencana awal buka adalah April 2020, namun karena kondisi pandemi akhirnya tertunda,” jelas Owner Thewakanda A Pramana Experience, I Made Suryana. Tapi ia yakin launching di masa pandemi ini.

Sebab baginya, jika launching setelah pandemi akan terlambat karena turis mulai bepergian. Ia sendiri juga ingin mengembangkan wilayahnya, dengan membangun akomodasi wisata berbasis alam di sana. “Intinya saya mau mengembangkan daerah saya sendiri,” tegasnya. Ia pun optimistis ke depan kondisi akan lebih baik pasca era baru setelah pandemi. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved