We Love Bali

Edukasi CHSE, Peserta We Love Bali Nikmati Perpaduan Wisata Agro dan Seni

Kementerian Pariwisata telah menggulirkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. CHSE merupakan singkatan dari cleanliness (kebersihan), health

Istimewa
Program We Love Bali, kesiapan dalam implementasi penerapan CHSE di Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kementerian Pariwisata telah menggulirkan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE. CHSE merupakan singkatan dari cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment (ramah lingkungan). 

CHSE adalah satu diantara strategi Kemenparekraf, di bawah kepemimpinan Menpar, Wishnutama Kusubandio, dalam memulihkan sektor kepariwisataan. Semangat ini pun diadaptasi dalam implementasi program 'We Love Bali'.

We Love Bali menjadi salah satu program recovery, sekaligus edukasi CHSE di tempat wisata. Panita We Love Bali dari Melali MICE, Diah Permana, berharap kampanye CHSE membentuk safety awarenes di kalangan pelaku usaha di Pulau Dewata.

Kesadaran akan keamanan itu, tentunya juga memerlukan dukungan dari masyarakat (komunitas), akedemisi, pengusaha, dan media. Ia mengakui, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata dan desa wisata.

Termasuk, melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap. Serta DTW yang dikunjungi dengan mengisi form cek list CHSE.   "Intinya, implementasi penerapan CHSE sangat penting, untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan," tegas  Diah dalam siaran persnya, Minggu (15/11/2020).

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan stakeholder menggelar program We Love Bali. Program We Love Bali dilaksanakan untuk mempromosikan kepariwisataan Pulau Seribu Pura yang kini terpuruk. Pasca pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia.

Promosi itu dibarengi kunjungan ke daya tarik wisata dan desa wisata. Tak sekadar berkunjung, We Love Bali juga diikuti dengan sosialisasi protokol kesehatan bidang pariwisata. Program pemulihan pariwisata bertajuk We Love Bali melibatkan setidaknya 4.400 peserta.

Agenda We Love Bali dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata di Bali. Program We Love Bali digelar selama 2 bulan (Oktober - November 2020).

Peserta yang terlibat dalam program ini, berasal dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, ASN, karyawan perusahan swasta, karyawan usaha wisata, Pokdarwis, komunitas hobi, fotografer dan lainnya. "Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam, di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk DTW, biaya rapid test, dan perlengkapan lainnya," jelas Diah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved