Jasa Raharja Bali Serahkan Santunan Sampai Rp 30,5 Miliar

Hal ini terlihat dari jumlah santunan, yang telah diserahkan Jasa Raharja Cabang Bali di Pulau Dewata. Sejak Januari hingga September 2020, Jasa Ra

Istimewa/Doc JR Bali
Suasana pemberian santunan kepada ahli waris korban laka lantas oleh Jasa Raharja Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Walaupun Bali merupakan daerah wisata, namun masih kerap terjadi laka lantas di jalan raya. 

Hal ini terlihat dari jumlah santunan, yang telah diserahkan Jasa Raharja Cabang Bali di Pulau Dewata.

Sejak Januari hingga September 2020, Jasa Raharja Bali telah menyerahkan santunan sekitar Rp 30,5 miliar. 

Santunan tersebut diperuntukkan, bagi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Jasa Raharja Bali pun, terus melakukan perbaikan layanan. 

Saat ini, santunan bagi korban laka lantas yang meninggal dunia dapat diselesaikan rata-rata dalam waktu 1 hari 4 jam.

Kasubag Administrasi Klaim Jasa Raharja Cabang Bali, Jun Rico L. Nainggolan, dalam rilisnya menjelaskan hal itu untuk membantu korban laka lantas dan keluarganya. 

Satu diantaranya, saat penyerahan santunan kematian untuk korban kecelakaan maut yang terjadi di By Pass Ir. Soekarno Tabanan.

"Kejadiannya pada 12 November 2020, yakni pedagang bakso keliling ditabrak truk tronton tangki pukul 14.30 Wita," sebutnya, dalam rilis Minggu (15/11/2020). 

Kecelakaan ini, mengakibatkan pedagang bakso keliling bernama Mostar, beralamat Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan tewas.  

Ia menjelaskan, kecelakaan itu mengakibatkan korban berusia 55 tahun ini mengalami luka robek terbuka pada perut sebelah kiri, luka bengkak pada kepala belakang, dan keluar darah dari telinga dan mulut. 

"Korban sempat dilarikan ke RS Kasih Ibu, namun malang nyawanya tak tertolong," jelasnya. 

Jun Rico, sapaan akrabnya, menyampaikan santunan yang diserahkan Jasa Raharja Cabang Bali kepada ahli waris korban sebesar Rp 50 juta. 

Ahli waris korban bernama Misnati, yang tak lain adalah istri korban. Santunan ini diserahkan, Jumat 13 November 2020 melalui transfer ke rekening bersangkutan. 

"Staf kami juga melakukan kunjungan ke rumah korban untuk pendataan ahli waris. Sehingga keluarga korban tidak perlu ke kantor Jasa Raharja untuk melakukan pengajuan klaim asuransi kecelakaan lalu lintas. Begitupun untuk laporan polisi sudah melalui online," sebutnya. 

Jasa Raharja, jelas dia, terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan lalu lintas dan alat angkutan umum. 

Namun di tengah situasi pandemi, tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Jun Rico menjelaskan bahwa korban terjamin Jasa Raharja dan berdasarkan peraturan Menteri Keuangan No. 16 Tahun 2017, bagi korban meninggal dunia, ahli waris berhak menerima santunan sebesar Rp 50 juta. "Proses penyerahan santunan dalam waktu satu hari dari kecelakaan," tegasnya. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved