Raker Nasional BPKP

Bahas Pariwisata, BPKP Adakan Pertemuan Nasional di Bali

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mengadakan pertemuan nasional di Bali, pada Jumat (20/11/2020). Rapat kerja nasional ini, membahas b

Anak Agung Seri Kusniarti
Masykur, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mengadakan pertemuan nasional di Bali, pada Jumat (20/11/2020). Rapat kerja nasional ini, membahas banyak agenda penting. Dan dihadiri Kepala Perwakilan BPKP se-Indonesia, beserta para deputi, direktur, dan pimpinan lengkap. Dipilihnya Bali, selain untuk mendukung sektor pariwisata. Juga karena letak Pulau Dewata, yang berada di tengah-tengah dan mudah dijangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Masykur, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, mengatakan ada 4 poin besar yang akan dibahas dalam agenda akbar kali ini. Diantaranya, mengenai evaluasi  pengawasan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN). Serta penanganan Covid-19 dalam agenda ke depan. “Ini bahan evaluasi untuk mensinergikannya seperti apa, bersama stakeholder dan pemerintah,” jelasnya di Denpasar, Kamis (19/11/2020). 

Lalu ada beberapa panduan atau pedoman, terkait dengan sistem pengendalian intern pemerintah. “Garis besar peran kami, adalah perbaikan tata kelola dan management resiko. Kami akan membangun satu pola sinergi pengawasan yang sifatnya makro,” jelasnya. Baik melibatkan BPKP, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kementerian/ Lembaga/Pemerintah daerah/Korporasi.

Selanjutnya, BPKP juga memperbaiki pedoman internalnya tentang sistem pengendalian intern pemerintah, peningkatan kapabiltas APIP, dan diperbaiki strategi ke depan sesuai konteks dan perubahan zaman. Mengoptimalkan peran BPKP dalam perbaikan tata kelola, pengendalian intern di seluruh kementerian lembaga serta korporasi. Walau baru seminggu resmi menjabat di Bali, namun ia melihat kondisi pariwisata sangat terpuruk akibat pandemi ini.

“Kami bertemu dengan gubernur, dan ini juga menjadi latar belakang raker nasional diadakan di Nusa Dua,” tegasnya. Dengan mendatangkan 200 lebih peserta, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya ingin melakukan perbuatan nyata, tidak hanya sekedar memberikan masukan saja. Pertemuan nasional ini juga membuktikan, bahwa geliat pariwisata Bali sangat luar biasa. Dan semuanya tetap patuh pada protokol kesehatan.

Catur Iman Pratignyo, Kabag Komunikasi dan Informasi Publik BPKP Pusat, menambahkan bahwa raker memang diadakan setiap tahun. “Dari awal tahun diagendakan, tetapi karena pandemi tertunda. Kemudian kami melihat peluang eksekusi terbaik pada November 2020 dan lokasi terbaik di Bali,” sebutnya. Apalagi BPKP mendapat amanah dari Presiden Jokowi, mengawal dana Rp 695 triliun yang dialokasikan untuk pencegahan penularan Covid-19 dan PEN.

“Ini lah yang kami kawal, jangan sampai tidak membawa dampak ke masyarakat dana sebesar itu,” tegasnya. Membantu pemulihan aspek kesehatan, aspek pariwisata, UMKM, dan lain sebagainya. Bahkan para menteri, kata dia, silih berganti datang ke kantor BPKP guna meminta arahan dalam penggunaan dana ini. Agar tetap akuntabel, dan terarah. Harapannya ekonomi segera bangkit kembali. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved