Dampak Corona

Pariwisata Terdampak Pandemi, BPR Tridarma Putri Tetap Bangkit Hingga 51 Tahun

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Bali, sangat berpengaruh pada anjloknya perekonomian. Apalagi Bali ditopang oleh sektor pariwisata, dan saat i

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Anak Agung Seri Kusniarti
Suasana saat potong tumpeng BPR Tridarma Putri dalam rangka HUT ke-51 di Klungkung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG –  Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Bali, sangat berpengaruh pada anjloknya perekonomian. Apalagi Bali ditopang oleh sektor pariwisata, dan saat ini turis asing tidak bisa masuk. Sehingga pariwisata mati suri, dan berpengaruh pada semua sektor ekonomi lainnya. Hal ini diakui I Wayan Suandi Adnyana, Direktur Utama BPR Tridarma Putri.

“Memang nasabah Tridarma Putri, tidak mayoitas bekerja di bidang pariwisata. Akan tetapi dampaknya juga terasa, artinya nasabah atau debitur yang bekerja di luar sebagai TKI juga tidak bekerja, orang Klungkung banyak yang bekerja di Denpsaar, Badung, hingga Nusa Penida juga terdampak,” sebutnya di Klungkung, Sabtu (28/11/2020).

Pihaknya pun, mengikuti program pemerintah dan OJK dalam meringankan beban para debitur dengan dua skim. “Sesuai POJK 11, kami kasi relaksasi dan restrukturisasi. Pertama kali relaksasi dulu, kalau dalam perjalanan masih belum bisa melakukan pembayaran maka baru restrukturisasi kreditnya,” sebutnya. Pengaruh pariwisata berdampak pada seluruh ekonomi.

Hanya saja di tengah pandemi ini, kata dia, BPR Tridarma Putri mampu bertahan mendapatkan kepercayaan masyarakat. “Sekitar April sampai Agustus 2020 memang sempat terjadi penurunan aset, karena nasabah tidak bekerja. Hal itu mengakibatkan tabungan dan depositonya terpakai untuk biaya hidup dan modal,” jelasnya. Namun kini aset sudah kembali membaik seperti tahun lalu.

Ia menyebutkan, tidak semua nasabah BPR Tridarma Putri kesulitan membayar. “Hanya sebagian dari nasabah kami, yang mengalami kesulitan pembayaran kredit. Porsinya sekitar 30 persen saja,” sebutnya. Target 2021, ia tetap optimistis dan percaya bahwa 2021 lebih baik dibanding 2020. “Tetapi kami tidak takabur, dan memberi target yang realistis,” tegasnya.

Untuk pertumbuhan kredit, tabungan, dan deposito diperkirakan pertumbuhannya hanya 7-8 persen. “Kami memang menjaga dan memiliki strategi sendiri dalam menghadapi Covid-19 ini, bagi nasabah yang terkena virus pun saat diisolasi kami bantu dengan sembako,” katanya. Jumat (27/11/2020), BPR Tridarma Putri merayakan hari jadi ke-51 di Klungkung.

I Wayan Suandi Adnyana, Dirut BPR Tridarma Putri, terlihat sumeringah saat perayaan yang dilangsungkan secara virtual itu. Tamu yang datang dalam aplikasi Zoom cukup lengkap. Diantaranya, ada dari perwakilan OJK KR 8 Bali-Nusra, Pemda Klungkung, Perbarindo, para kolega BPR di Bali, hingga nasabah dan rekanannya. Ulang tahun yang dirayakan secara sederhana di tengah pandemi, diharapkan mampu memberikan vibrasi positif dan semangat dalam masa sulit ini.

BPR Tridarma Putri pun, membantu nasabah yang kesusahan dengan relaksasi dan restrukturisasi kredit. Pola perpanjangan tenor dan relaksasi suku bunga, diharapkan membantu nasabah dan meringankan beban di tengah masa sulit ini. Di sisi lain, pertumbuhan bisnis BPR Tridarma Putri masih sangat positif. Likuiditas terjaga, serta pertumbuhan aset dan bisnis terus melaju.

“Pertumbuhan aset dan bisnis kami, juga dibarengi perkembangan teknologi dan SDM. Dari sisi keuangan kami tumbuh positif. Posisi akhir Oktober 2020, aset Rp 91,4 miliar, DPK berhasil dihimpun Rp 77,8 miliar, sementara kredit yang kami salurkan Rp 62,2 miliar,” sebutnya. Sedangkan laba usaha sebelum pajak Rp 1,5 miliar.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved