Kemenparekraf

Wisata Religi Unggulan, Pura Campuhan Windhu Segara Disambangi Kemenparekraf

Pura Campuhan Windhu Segara, di Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar. Diakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagai sat

Istimewa
Jro Mangku Ketut Maliarsa saat memberi sambutan di Pura Campuhan Windhu Segara. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pura Campuhan Windhu Segara, di Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar. Diakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagai satu diantara destinasi wisata religi unggulan di Bali dan bahkan Indonesia. Hal ini disebabkan karena pura yang berdiri sejak tahun 2005 ini, menerima berbagai umat dan segala etnis di dalamnya. Tidak hanya Hindu Bali, umat dari luar Bali pun kerap datang ke pura ini.

Sehingga membuat tempat suci yang terbuka bagi siapa saja, kian cepat berkembang menjadi destinasi wisata religi. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Sungkari, mengetahui bahwa Pura Campuhan Windhu Segara ini tidak hanya dikenal di Bali saja. Namun juga sudah di kancah nasional, hingga internasional. Sebab terkadang para turis pun datang ke pura di pinggir pantai ini.

“Pura ini bisa menjadi ikon, dan orang akan merasa belum lengkap jika belum mengunjungi pura ini,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Minggu (29/11/2020). Ia berharap pura ini akan terus terjaga, baik kelengkapan infrastruktur maupun kebersihannya. Ia pun mengatakan, akan datang lagi pada 2021 mendatang.

Maha Guru Aiteria Narayana, sebagai pengemong pura sangat berterimakasih dan mengapresiasi kunjungan serta bantuan yang diberikan Kemenparekraf ini. Ia pun berharap jalan menuju ke pura, ke depannya bisa segera diperbaiki. Sehingga umat atau pamedek yang datang, tidak kesulitan saat hendak ke pura. Jro Mangku Ketut Maliarsa, Ketua Pengurus dan para pemangku lainnya juga berharap hal serupa.

“Apalagi di sini ada monumen berserjarah, semoga pemerintah bisa membantu dalam perbaikan jalan ke depan,” ujarnya. Jalan menuju pura memang masih rusak, dan bergelombang. Karena kerap tergerus ombak laut ketika pasang. Tentunya hal itu tidak elok, sebab Pura Campuhan Windhu Segara telah diakui menjadi destinasi wisata religi unggulan di Bali.

Kemenparekraf memberikan beberapa bantuan ke pura, yakni perlengkapan protokol kesehatan pencegah penyebaran virus Covid-19. Seperti cairan desinfektan, hand sanitizer, serta alat kebersihan, tong sampah, dan sarana toilet. Acara itu dimulai pukul 15.00 Wita hingga berakhir pukul 16.10 Wita.  Dari pihak pura pun memberikan buku tentang Pura Campuhan Windhu Segara kepada pihak Kemenparekraf. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved