Usaha di Masa Pandemi

Peluang Masa Pandemi, Kaori Group Perkenalkan Minyak Goreng Berkualitas Pom Migo

CEO Kaori Group, Winie Kaori, tak henti-hentinya berinovasi. Bahkan di tengah masa pandemi Covid-19, yang masih melanda dunia dan Bali. Kaori, sapaan

Anak Agung Seri Kusniarti
Suasana launching Depo Pom Migo di Lodtunduh, Gianyar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – CEO Kaori Group, Winie Kaori, tak henti-hentinya berinovasi. Bahkan di tengah masa pandemi Covid-19, yang masih melanda dunia dan Bali. Kaori, sapaan akrabnya, tetap memiliki ide bisnis yang brilian. Terbukti dengan diluncurkannya Depo Pom Migo di tiga wilayah, Gianyar, Denpasar, dan Badung, pada Senin (30/11/2020).

Masing-masing penanggung jawab depo, di kabupaten/kota akan menjadi acuan dalam mengembangkan minyak goreng lokal berkualitas ini. Harapannya, minyak goreng ini bisa masuk ke setiap rumah yang ada di Bali dan bahkan di seluruh Indonesia. Usaha minyak goreng dilihat sangat potensial, karena merupakan kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari.

“Dengan adanya Pom Migo ini, memberikan produk lokal berkualitas bagi rumah tangga. Serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat,” jelas Kaori di Lodtunduh, Gianyar. Nantinya, ia menargetkan satu banjar ada satu unit mesin pengisian minyak goreng Pom Migo. “Astungkara sudah bulan keempat, kami sudah berjalan dan membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat yang ingin membuka usaha dengan modal terjangkau,” tegasnya.

Selain itu, kualitas minyak jernih dan tentunya dua kali penyaringan, sehingga hasil masakan akan berbeda dan lebih sehat. Ia mengingatkan, bagi warga yang mau mendapatkan info mengenai bisnis ini bisa menghubungi masing-masing penanggung jawab depo di kabupaten/kota. “Bisa dilihat di berbagai media sosial, dengan tagline Pom Migo official,” sebutnya. Intinya, beberapa wilayah di Bali seperti Gianyar, Denpasar, Badung, hingga Negara sudah siap melayani masyarakat.

Kaori berharap pelaku usaha tidak menunda dan tidak menunggu, karena peluang ini sangat cepat berkembang. Ia berkomitmen dengan kerja keras bisa mewujudkan mimpi, untuk berusaha dan menciptakan peluang bisnis di musim pandemi. Dimana banyak orang, dirumahkan dan kehilangan pekerjaan. Bukan hanya Bali, ia pun berencana akan melebarkan sayap ke kancah nasional. Sehingga siapapun bisa menjadi depo di setiap kabupaten di Indonesia.

Mesin Pom Migo layaknya mesin isi ulang otomatis, yang food grade dengan tandon di dalamnya. Ada selang yang akan digunakan sebagai penyalur minyak goreng. Untuk mendapatkan mesin ini, masyarakat bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu. Kemudian akan dicek, apakah di banjar tersebut sudah ada mesin atau belum. Sebab diutamakan banjar yang belum ada mesinnya. Hingga saat ini baru 55 mesin yang tersebar, dari 4.700 lebih banjar yang ada di Bali.

“Makanya peluangnya sangat besar, siapa cepat dia dapat,” tegas Kaori. Harga minyak pun sangat kompetitif, hanya Rp 12.500 saja jauh lebih murah dari harga pasar Rp 16.000. “Dengan kualitas minyak super, bukan minyak curah atau minyak jelantah,” tegasnya. Minyak ini bahkan mengandung vitamin A dan tentunya sudah BPOM. “Satu banjar, siapa saja boleh memiliki yang berminat menjadi agen kami, dengan menyerahkan KTP dan memilih mau mesin yang silver atau gold sesuai dengan kemampuannya,” jelasnya.

Harga untuk mesin silver hanya Rp 15 juta, bisa menampung kapasitas tandon 220 liter. Kemudian harga mesin yang gold Rp 25 juta dengan kapasitas tandon 350 liter. Dengan adanya depo di masing-masing kabupaten, diharapkan memudahkan pelaku usaha mendaftarkan diri dan mencari minyak goreng ini.  “Memberikan kesempatan pada pemegang wilayah dalam pelayanan yang cepat, dengan gerakan sesuai jadwal sehingga bisa melayani tepat waktu,” imbuhnya.

Rencana ke depan, pihaknya akan membentuk satu bulan dua depo. Untuk Bali, wilayah yang belum ada depo, diantaranya Klungkung, Bangli, Tabanan dan Singaraja. Dek Ulik, penyanyi Bali mengakui minyak goreng ini memang berkualitas. “Saya pakai di rumah, dan memang rasanya tidak seret di tenggorokan. Apalagi saya kan harus menjaga pita suara sebagai penyanyi. Minyak ini terbukti berkualitas,” katanya.

Kepala Desa Lodtunduh, I Wayan Gunawan, mengapresiasi Kaori Group dalam karya produk minyak goreng lokal ini. “Ini gebrakan di masa pandemi, yang memang sulit bagi kita semua. Sementara Pom Migo menawarkan, win win solution. Jadi harga murah di masyarakat, dan pengusaha untung,” katanya. Sehingga tidak terjadi perumahan atau pemberhentian karyawan. Ia berharap pemerintah ke depan kian mendorong ekonomi kreatif lokal untuk kian berinovasi dan maju serta bisa bangkit melalui pengusaha muda. Atau pengusaha perempuan layaknya Kaori. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved