Donor Darah

Donor Darah, Jasa Raharja Bantu PMI Sediakan Darah di Masa Pandemi

Pada usia ke-60 tahun, PT Jasa Raharja melakukan serangkaian kegiatan sosial. Diantaranya menanam pohon, yang dilakukan di pantai Pererenan. Lalu dila

Istimewa
Suasana donor darah yang dilakukan Jasa Raharja di Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pada usia ke-60 tahun, PT Jasa Raharja melakukan serangkaian kegiatan sosial. Diantaranya menanam pohon, yang dilakukan di pantai Pererenan. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan donor darah, pada Rabu (2/12/2020). Kegiatan donor darah, dilangsungkan di Lapangan Renon Denpasar. Kegiatan ini pun, dilakukan serentak di 29 kantor cabang seluruh Indonesia.

Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Cabang Bali, Lalu Saripudin, menjelaskan bahwa Jasa Raharja adalah perusahaan asuransi sosial. Sehingga kegiatan donor darah, ini tepat dilakukan pada masa pandemi. “Memang dalam kondisi pandemi ini, banyak pertimbangan kami melakukan hal yang bersifat mengumpulkan orang,” sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali. Maka dari itu, peserta atau mitra donor darah ini sudah dibagi sejak 30 November 2020.

“Semisal mitra dari kepolisian, diatur agar berbeda harinya dengan mitra lainnya. Kami atur satu mitra itu terdiri dari 10-20 orang dengan waktu sekitar 2 jam,” sebutnya. Sehingga menghindari kerumuman orang, sesuai dengan arahan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Lanjutnya, kegiatan ini penting sebab pada masa pandemi Palang Merah Indonesia (PMI).

Dimungkinkan mengalami kekurangan stok darah, karena masyarakat masih khawatir melakukan kegiatan di luar rumah. Apalagi adanya arahan social dan physical distancing, membuat masyarakat lebih memilih diam di rumah. Sehingga mempengaruhi berkurangnya masyarakat yang melakukan donor darah. “Untuk itu, kami ajak mitra kami guna menambah ketersediaan darah dalam kondisi saat ini,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan donor darah ini, memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Bali. Mampu menggugah, warga lain yang sehat untuk mendonorkan darahnya. Sehingga mampu meningkatkan ketersediaan darah di PMI, untuk disalurkan pada yang membutuhkan. Saripudin, sapaan akrabnya, juga menjelaskan terkait klaim.

Ia mengatakan, santunan yang diberikan pada korban kecelakaan lalu lintas, menggunakan sistem asas domisili. “Maksudnya apabila ada warga Bali yang mengalami kecelakaan, hingga meninggal dunia di Kalimantan, Jawa, maupun Sumatera. Atau provinsi lainnya, maka pihak Jasa Raharja akan tetap membayarkan klaim asuransi kematiannya kepada ahli waris di Bali,” tegasnya.

Pembayaran klaim saat ini pun, dipermudah melalui transfer ke rekening ahli waris. "Penyerahan klaim kepada ahli waris korban kecelakaan, juga dikerjasamakan dengan Disdukcapil terkait data-data korban dan ahli waris,"sebutnya. Sehingga mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan, baik luka-luka hingga meninggal dunia. Jasa Raharja terus melakukan instrospeksi, dan perbaikan dari sisi pelayanan.

Lanjutnya, walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 pelayanan Jasa Raharja tidak mengalami masalah. Dalam masa pandemi ini, pelayanan yang awalnya dilakukan di kantor cabang. Kemudian dialihkan dengan pola jemput bola, melalui telepon atau WA. "Melalui sistem transfer langsung ke rekening ahli waris, maka pelayanan dan penyerahan santunan akan lebih cepat dan tepat kepada masyarakat," katanya. 

Kecelakaan di masa pandemi pun, kata dia, mengalami penurunan. Mengingat masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah, maupun bepergian. Sehingga jumlah klaim tahun ini, menurun 30 persen dibandingkan periode sebelumnya."Selain pembayaran klaim menurun, pendapatan atau pembayaran premi asuransi kecelakaan lalu lintas tahun ini juga menurun signifikan hampir 40 persen. Kondisi ini kami maklumi karena pergerakan orang juga berkurang," sebut Saripudin. 

Pada periode Januari-Oktober 2019, klaim yang dibayarkan Jasa Raharja Cabang Bali sebesar Rp 42 miliar. Diantaranya sebesar Rp 16 miliar untuk korban meninggal dunia, yang dibayarkan kepada ahli waris. Dan Rp 26 miliar biaya perawatan di rumah sakit, untuk korban kecelakaan yang mengalami luka-luka. Untuk santunan pada periode yang sama tahun 2020 ini, sebesar Rp 33,5 miliar dengan rincian Rp 21 miliar korban luka-luka dan Rp 12,5 miliar untuk yang meninggal dunia. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved