BPD Bali

Sabet 24 Penghargaan, Bank BPD Bali Optimistis Ekonomi Akan Segera Membaik

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, kian melesat walau di tengah pandemi Covid-19. Terbukti dalam  acara ‘Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020’

Istimewa
Suasana saat BPD Bali menerima penghargaan dari KPwBI Provinsi Bali di Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, kian melesat walau di tengah pandemi Covid-19. Terbukti dalam  acara ‘Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020’ BPD Bali mampu menyabet tiga penghargaan sekaligus dari Bank Indonesia.

Diantaranya Mitra Kerja Terbaik Kantor PwBI Provinsi Bali Kategori PJSP Teraktif dalam Implementasi QRIS. Bank Pendukung UMKM Terbaik Bank BUKU 1 dan BUKU 2. Serta Peserta Sistem BI – RTGS dan BI – SSSS Terbaik Bank BUKU 1 dan BUKU 2. Penghargaan ini menambah deret koleksi prestasi Bank BPD Bali.

Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, menjelaskan selama 2020 ini pihaknya telah mengantongi 24 penghargaan. Penghargaan dari berbagai institusi kredibel dan independen, dan melalui proses seleksi ketat membuat prestasi ini kian berharga serta patut diapresiasi.

Semisal penghargaan dari PR Indonesia, yang menyebutkan bahwa BPD Bali adalah Bank terpopuler di media digital katagori BUMD. Serta pada tanggal 6 November 2020, BPD Bali mendapatkan penghargaan sebagai ‘1st The Best IT for BPD Company’ dari Economic Review. Dan masih banyak lagi, penghargaan lainnya.

“Tentunya dalam mencapai penghargaan ini tidaklah mudah. Tata kelola dan upaya yang dilakukan harus terus diperbaiki, begitu juga bisnis proses dan lain sebagainya,” jelasnya di Denpasar, Kamis (3/12/2020). Terkait penghargaan sebagai PJSP teraktif dalam implementasi QRIS, BPD Bali memang sangat gencar selama ini.

Sudharma, sapaan akrabnya, mengatakan per November 2020 saja sudah lebih dari 10 ribu merchant QRIS ada di BPD Bali. “Tentunya kami terus mengedukasi masyarakat, bersama BI, pemerintah, dan stakeholder terkait untuk transaksi non tunai ini,” jelasnya. Serta membantu UMKM dan masyarakat, dalam berbagai layanan perbankan di BPD Bali.

Penghargaan ini membuktikan bahwa BPD Bali, mampu berprestasi tidak hanya di Bali bahkan kancah nasional. Menjadi bukti pengakuan kinerja keuangan dan kinerja lainnya, sehingga memacu BPD Bali kian meningkatkan pelayanan di masa depan.

Apalagi, kata dia, pertemuan tahunan Bank Indonesia 2020 ini cukup istimewa. Acara rutin pertemuan tahunan ini, diselenggarakan Kantor Pusat Bank Indonesia. Diikuti seluruh kepala daerah maupun stakeholder, mitra strategis Bank Indonesia di seluruh Indonesia. Pertemuan diselenggarakan dalam rangka evaluasi kinerja ekonomi tahun 2020, serta penyampaian prospek ekonomi dan arah kebijakan Bank Indonesia.

Dirangkum tema ‘Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi’.  Pertemuan tahunan Bank Indonesia Tahun 2020 ini, dilaksanakan dengan metode berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena adanya pandemi Covid-19, yang membuat semua harus mengadaptasi penyelenggaraan acara dengan metode hybrid. Yakni mengkombinasikan pertemuan baik secara langsung, maupun virtual.

Hal ini menjadi salah satu keistimewaan, karena pada tahun ini pertama kalinya pertemuan tahunan Bank Indonesia Bali. Diselenggarakan serentak dengan Kantor Pusat Bank Indonesia, dan diisi arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Serta pidato Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengenai prospek perekonomian dan arah kebijakan tahun 2021.

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan mengenai evaluasi perekonomian Bali 2020 dan outlook 2021 oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Serta pemaparan dari Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, untuk dapat menyampaikan mengenai arah dan kebijakan Provinsi Bali.

Sudharma pun optimistis, walau ekonomi Bali terkontraksi cukup dalam selama masa pandemi ini. Namun ke depan, ekonomi Bali akan kian membaik seiring pemulihan ekonomi nasional. “Saya rasa ekonomi Bali secara bertahap bisa pulih kembali, dan kami dari BPD Bali senantiasa mendukung program PEN karena sesuai visi-misi kami,” tegasnya.

 Satu diantara dukungan BPD Bali, adalah dengan relaksasi dan restrukturisasi kredit selama pandemi. Walau demikian, BPD Bali bersyukur karena kreditnya masih bisa tumbuh sebesar 3 persen. Kredit ini dari berbagai sektor, baik UMKM, KUR, dan lain sebagainya. “Untuk 2021, target bisnis kami 5-6 persen lah. Kami realistis karena melihat ekonomi Bali masih minus, tentunya melihat dinamisme ke depan juga. Jika ada perubahan akhir Juni 2021 kami akan melakukan perubahan,” imbuhnya.

Pada masa pandemi ini juga, semua layanan dan transaksi di BPD Bali dilakukan sesuai protokol kesehatan. Guna mencegah klaster baru penyebaran virus Covid-19. Hal ini juga menyebabkan adanya pergeseran transaksi, khususnya di teller. “Transaksi lewat teller kami hanya 18 persennan saja, sisanya paling besar lewat ATM sampai 45 persen,” sebutnya. Kemudian via mobile banking 30 persen, dan sisanya internet banking.

Angka transaksi di teller turun dari tahun 2019, dengan proporsi saat itu sebesar 23 persen lebih dan 2020 menjadi 18 persennan. “Sekarang pengguna mobile banking kami sudah mencapai 102 ribu. Sehingga transaksi non tunai kian cepat, mudah dan luas jangkauannya. Pedagang bisa langsung bertransaksi dengan QR Code dan uangnya langsung masuk rekening,” sebut Sudharma. Apalagi QRIS BPD Bali, hitungannya sangat cepat H+0.

Ke depan, kata dia, BPD Bali sedang merencanakan untuk menerbitkan uang elektronik. “Kalau izin nanti sudah keluar, tentunya uang elektronik akan kian masif di Bali,” jelasnya. Hal ini mendukung gerakan nasional non tunai, dalam menciptakan less cash society. Target merchant pengguna  QRIS di Indonesia 12 juta, dan saat ini baru sekitar 6 jutaan. Dari 6 juta itu, Bali sudah 100 ribu lebih merchant yang menggunakan QRIS. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved