DPD REI Bali

Permudah Pembiayaan Anggota, DPD REI Bali Resmi Rilis Koperasi

Akhirnya DPD REI Bali memiliki koperasi, setelah sejak lama direncanakan. Namanya Koperasi Realestat Indonesia Bali. Koperasi yang beranggotakan 60 or

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Anak Agung Seri Kusniarti
Anggota DPD REI Bali berpose dalam peluncuran Koperasi REI Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Akhirnya DPD REI Bali memiliki koperasi, setelah sejak lama direncanakan. Namanya Koperasi Realestat Indonesia Bali. Koperasi yang beranggotakan 60 orang, dengan modal koperasi Rp 120.600.000 ini resmi dikenalkan ke publik, Selasa (22/12/2020).

Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita, bersama pendiri lainnya dan anggota REI Bali tampak sangat sumeringah. Walau di tengah pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi terpuruk. Namun DPD REI Bali terus berjuang, dan akhirnya berhasil mendirikan koperasi ini. “Impian sejak lama akhirnya bisa diwujudkan,” katanya dalam sambutan di kantor DPD REI Bali, Gatsu, Denpasar.

Kantor koperasi ini, nantinya berada satu gedung dengan sekretariat DPD REI Bali namun beda lantai. Ketua Koperasi Realestat Indonesia Bali, Made Indrawan, menjelaskan koperasi ini adalah koperasi jasa yang bergerak di bidang jasa pemasaran properti dengan unit usaha pendukung adalah unit simpan pinjam (USP).

“Koperasi REI Bali adalah koperasi binaan provinsi, dengan simpanan pokok Rp 2 juta dan simpanan wajib Rp 10 ribu per bulan,” sebutnya. Ia mengatakan, di masa awal operasional koperasi akan dikelola oleh pengurus dan selanjutnya akan ditunjuk pengelola sehingga koperasi dapat berjalan dengan baik, optimal, dan profesional.

“Pada launching ini sekaligus akan diikuti, dengan beberapa kegiatan perdana transaksi koperasi. Diantaranya transaksi deposito, tabungan, dan kredit,”ujarnya. Untuk mencapai program kerja koperasi baik di bidang pendanaan maupun bidang perkreditan. “Maka kami telah menyiapkan beberapa program produk koperasi antara lain, program tabungan atau simpanan sukarela koperasi,” katanya.

Diantaranya simpanan pokok, simpanan sukarela, simpanan penyertaan modal koperasi, simpanan sukarela berjangka (deposito). Kemudian program kredit, atau pinjaman ke anggota antara lain kredit khusus tanpa agunan (besaran sesuai keputusan pengurus). Kemudian kredit dengan agunan, syarat dan ketentuan berlaku.

“Sampai hari ini kami segenap pengurus, pengawas, dan anggota Koperasi REI Bali, telah bahu membahu melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan organisasi koperasi. Mulai rapat pra koperasi, rapat penyuluhan koperasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali. Serta rapat pembentukan koperasi dan akta pembuatan akta pendirian koperasi serta pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI telah kami dapatkan,” jelasnya.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Daerah (BPOD) REI Bali Pande Agus Permana Widura, juga sangat senang akhirnya ada koperasi ini. Cita-cita lama yang akhirnya terwujud. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, sangat membuat perekonomian Bali kian terpuruk bahkan minus 12 persen lebih. “Tentunya ini berdampak bagi kita semua,” katanya. Ia berharap koperasi ini mampu mendukung, dan membantu anggota DPD REI Bali ke depannya.

Khususnya dalam bantuan permodalan, karena perbankan belum bisa membantu banyak apalagi di Bali saat situasi pandemi ini. “Contohnya saat akan top-up LTV di bank susah sekali. Semua yang ada di Bali tentu dikaitkan dengan pariwisata, dan sekarang pariwisata sedang anjlok,” tegasnya. Ia berharap koperasi ini akan kian maju dan akuntabel, serta transparan ke depannya. Hal senada juga disampaikan para sesepuh DPD REI Bali.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved