Groundbreaking Pelabuhan Sanur

Tantangan Bagi Hutama Karya, Pertengahan Tahun 2022 Pelabuhan Sanur Ditargetkan Rampung

Tantangan Bagi Hutama Karya Dalam Proyek Pembangunan Pelabuhan Sanur, Pertengahan Tahun 2022 Ditargetkan Rampung

Hutama Karya
Blue print tampilan Pelabuhan Sanur jika selesai pembangunannya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menjelang akhir tahun 2020, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mulai mempersiapkan konstruksi pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur yang terletak di Kota Denpasar, Bali.

Proses tender proyek infrastruktur milik Kementerian Perhubungan ini sebelumnya telah dimenangkan perusahaan pada bulan November 2020 lalu, serta telah memulai tahap peletakan batu pertama pada Sabtu (12/12/20202). 

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dengan didampingi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto, dan Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra. 

Konstruksi Fasilitas Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali akan memakan waktu selama 560 hari kalender dan diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2022 mendatang. 

Baca juga: Yeh Gangga Beach Club, Tawarkan Harga Kompetitif Dengan View Pantai Nan Indah

Baca juga: 500 Galeri Investasi BEI Diresmikan

Baca juga: Banjir Diskon Akhir Tahun, Beachwalk Tawarkan Sensasi Shopping Berbeda

Pelabuhan yang menjadi salah satu objek vital di Kota Denpasar ini merupakan tempat penyeberangan bagi kapal-kapal kecil ke pulau-pulau di sekitar Bali, seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Terawangan di Lombok, NTB. 

Direktur Operasi II Hutama, Novias Nurendra mengatakan, bahwa dalam pembangunannya Hutama Karya akan melakukan joint operation (JO) dengan PT Sumber Bangun Sentosa serta PT Virama Karya (Persero), dimana Hutama Karya memiliki porsi presentase sebesar 60 persen. 

Paket pekerjaan konstruksi yang akan digarap Hutama-Bangun-Virama KSO mencakup pekerjaan design and build.

Meliputi pembangunan struktur pelindung pantai dengan jenis Rubble Mound Breakwater, pekerjaan pengerukan lapisan tanah di sekitar pantai, pembangunan Dermaga Apung/Ponton, perkuatan dinding pantai eksisting, serta pembangunan fasilitas darat pelabuhan yakni terminal dan pos jaga.

“Seperti kita ketahui bahwa saat ini Bali masih menjadi destinasi utama wisata bagi para turis lokal maupun internasional. Tak hanya di Kota Denpasar, pulau-pulau di sekitarnya juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Kondisi Pelabuhan Sanur Kota Denpasar saat ini belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga," ujar Novias, melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/12/2020).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dwisuputra
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved