Pariwisata Indonesia

Kenalkan Sekretariat Baru, Hipmi Bali Harapkan Ekonomi dan Pariwisata Segera Pulih

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Badan Pengurus Daerah (BPD) Bali resmi memperkenalkan kantor sekretariat baru, di kompleks pertokoan Sudirma

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Anak Agung Seri Kusniarti
Suasana foto bersama di depan sekretariat Hipmi Bali, Denpasar, Selasa (29/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Badan Pengurus Daerah (BPD) Bali resmi memperkenalkan kantor sekretariat baru, di kompleks pertokoan Sudirman, Denpasar. Ketua BPD Hipmi Bali, Pande Agus Permana Widura, menjelaskan bahwa sekretariat ini memiliki tujuan mulia.

“Tujuan dibuatnya, karena memang selama ini kan sekretariat selalu ikut siapa ketuanya. Jadi ketua yang menyediakan selama ini,” jelasnya di Denpasar, Selasa (29/12/2020) malam. Namun dengan itu pula, karena berpindah-pindah akhirnya banyak data yang hilang. Serta data yang kerap kurang match. Berdasarkan itulah akhirnya dibuatkan sekretariat ini.

Selain itu, ada tujuan mulia dari hadirnya sekretariat ini. Yakni memberikan kesempatan karena dengan 500 anggota Hipmi di Bali. Banyak diantaranya bergerak di bidang UMKM. “Jadi saya memberikan tempat agar mereka (pengusaha) bisa menaruh barangnya, dan dibeli oleh teman-teman lainnya,” jelas Pande, sapaan akrabnya.

Tempatnya ia sediakan, dengan sistem konsinyasi atau bagi hasil jika produk atau barangnya laku. Pengenalan sekretariat ini dihadiri oleh DPP Hipmi, dan rekan-rekan anggota. Sembari mereka merasakan makanan dan minuman lokal khas Bali. Pande sangat berharap dengan dilantiknya Sandiaga Uno, sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mampu memberi titik terang bagi pariwisata dan ekonomi Bali.

Pasalnya sejak meluasnya virus Covid-19, pariwisata Bali sangat anjlok dan berdampak pada terpuruknya ekonomi Pulau Dewata. “Kunjungan beliau (Sandiaga Uno) ke daerah pertama kali, dipilih ke Bali sehingga ini menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi kondisi pariwisata yang saat ini terkena dampak cukup parah,” tegasnya.

Sebab ekonomi Bali, hampir 78 persen bertumpu dan tergantung dari pariwisata. Dan kini turis dunia atau mancanegara belum datang ke Bali. Ia berharap dengan belanja antar teman, mampu saling membantu antar anggota untuk hidup di tengah situasi pandemi ini. Sehingga 2021, bisnis dan pariwisata di Bali bisa perlahan-lahan bangkit.

Pande juga berharap, agar ke depannya Swab gratis bisa diberikan kepada calon wisatawan yang datang ke Bali. Baik asing maupun domestik, sehingga memudahkan pengusaha pariwisata melakukan marketing. Apalagi dari seluruh anggota Hipmi di Bali, hampir 80 persennya berhubungan dengan pariwisata.

Ketua Umum DPP Hipmi, Mardani H. Maming, juga mengapresiasi masuknya mantan ketua Hipmi ke dalam kabinet pemerintahan Presiden, Joko Widodo. “Ini pertanda bahwa presiden percaya kepada pengusaha Hipmi, apalagi rekan-rekan tersebut duduk di kementerian yang terkait dengan ekonomi,” sebutnya. Seperti Sandiaga Uno dan Erick Thohir, serta dua lagi lainnya.

“Tentunya kami berharap dengan kader Hipmi yang ada di daerah, khususnya di Bali ini juga memperkuat jaringannya,” tegasnya. Apalagi saat ini, kata dia, sudah ada tempat nongkrong sekaligus sekretariat dan bisa menjadi percontohan bagi BPD Hipmi di daerah lainnya di Indonesia. Kantor pun bisa menjadi tempat mensosialisasikan apa itu Hipmi.

“Semuanya menurut saya sedang menghadapi masa sulit, apalagi saudara kita yang ada di Bali. Khususnya yang mata pencahariannya adalah pariwisata,” sebutnya. Dengan hadirnya menteri-menteri mantan ketua Hipmi ini, diharapkan menjadi angin segar dan menjembatani kesulitan apa yang ada di daerah ke pusat. Sebab semuanya saling berkaitan, antara pengusaha, pemerintah, dan pembuat regulasi. Ia berharap ke depan banyak kader Hipmi juga terjun ke politik.

Hingga saat ini, ada sekitar 50 ribuan anggota pengurus dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Memang usaha yang paling anjlok, adalah usaha pariwisata khususnya di Bali, Labuhan Bajo, dan destinasi wisata lainnya. “Mudah-mudahan dengan hadirnya bang Sandiaga Uno, bisa merangkai dan memecahkan masalah ini semua. Kita berhipmi tidak ada namanya mantan Hipmi, sebab setelah menjadi ketua, maka menjadi pembina, setelah jadi dewan kehormatan dan itu berjenang dari kabupaten/kota, provinsi hingga ke pusat,” katanya. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved