XL Axiata

Kenaikan Trafik Pantai Pandawa Capai 257 Persen

Jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), berhasil melalui masa libur panjang Natal hingga tahun baru 2021 dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Selam

Istimewa/Humas XL Axiata
Satu diantara BTS XL di Sikka 

Kenaikan Trafik Pantai Pandawa Capai 257 Persen

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaringan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), berhasil melalui masa libur panjang Natal hingga tahun baru 2021 dengan baik tanpa hambatan yang berarti. Selama periode 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021, secara nasional rata-rata trafik pemakaian layanan data XL Axiata oleh pelanggan meningkat hingga 15 persen. Dengan kenaikan tertinggi mencapai 70 persen. Seperti yang telah diprediksi, layanan streaming mendominasi kenaikan trafik layanan. Sebaliknya trafik percakapan (voice) mengalami penurunan sebesar 6 persen, dan untuk trafik SMS mengalami kenaikan 2 persen dibandingkan hari biasa.

Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan pandemi tidak serta-merta menghentikan masyarakat untuk merayakan Natal dan tahun baru. "Meski tidak leluasa beraktvitas di luar ruang, namun mereka tetap bisa mengisi masa liburan dan merayakan kedua hari besar tersebut, dengan beragam aktivitas digital," katanya dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Rabu (6/1/2021). Hal ini bisa dilihat dari trafik data di area pemukiman yang naik sekitar 7 persen, dibandingkan hari normal.

Dengan hampir semua jenis layanan data trafiknya ikut naik. "Beberapa kawasan pemukiman/perumahan yang mengalami kenaikan tersebut, terutama adalah perumahan di kota Jakarta, Medan, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Palembang, Cibubur, Cirebon dan sebagainya,” sebutnya. Kenaikan trafik data tertinggi pada Hari Natal, antara 24 - 25 Desember 2020, secara rata-rata meningkat lebih dari 3 persen dibanding hari biasa. Dengan kenaikan tertinggi mencapai sekitar 17 persen. Jika dibandingkan dengan Natal tahun sebelumnya, kenaikan trafik yang terjadi mencapai lebih dari 40 persen.

Sementara itu, untuk trafik tahun baru, antara 31 Desember - 1 Januari 2021. Kenaikan rata-rata trafik data mencapai 10 persen, dibandingkan hari normal. Kenaikan tertinggi mencapai sekitar 70 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan trafik data hingga 40 persen.  Dari jenis layanan, trafik layanan streaming secara umum mengalami peningkatan sebesar 6 persen, termasuk didalamnya streaming video Youtube, Facebook, Instagram, Tiktok, meningkat sebesar 6 persen. Film dan saluran TV (Nietflix, Iflix, Viu, Vidio) juga meningkat 4 persen, musik (Spotify, Joox, Google Music, Youtube Music) meningkat 2 persen.

Selanjutnya, layanan instant messenger secara umum naik 19 persen. Termasuk dalam jenis layanan ini adalah Whatsapp, Messenger, LINE, Telegram, dan Hangouts). Sementara itu pada layanan media sosial (Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, LinkedIn) meningkat sebesar 11 persen. Video Call (via Whatsapp dan Hangouts) mengalami penurunan  minus 14 persen, dan VoIP (via Whatsapp dan Messenger) naik 11 persen.

Trafik akses ke layanan belanja online (Lazada, Shopee, Tokopedia) mengalami penurunan sebesar minus 22 persen, sementara trafik ke layanan travelling (Traveloka, Agoda, Tiket.dom) meningkat sekitar 13 persen. Dan seperti biasanya selama masa libur panjang, trafik ke layanan peta jalan (Google Map dan Apple Map) juga meningkat sebesar 2 persen, sementara trafik untuk akses ke layanan pembayaran digital (Dana, Ovo) mengalami penurunan 6 persen.

Bagi sebagian masyarakat, pandemi tak menghalangi mereka melakukan perjalanan antar kota, bahkan antar provinsi, termasuk antar pulau. Hal itu terlihat dari kenaikan trafik yang terjadi, di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi tujuan rutin perjalanan masyarakat saat libur panjang. Baik Natal dan tahun baru maupun Lebaran. Sebaliknya, trafik di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya mengalami penurunan.

“Selain itu, naik dan turunnya trafik berdasarkan wilayah kemungkinan juga dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat, dan daerah dalam membatasi pergerakan warga. Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Pada masa liburan akhir tahun kali ini, trafik layanan di jaringan XL Axiata meningkat hanya di sebagian kecil provinsi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Itu pun kenaikannya juga tidak setinggi biasanya,” imbuh Gede.  

Kenaikan trafik XL Axiata secara rata-rata, berdasarkan wilayah selama periode Natal dan tahun baru 2021 memang terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar 9 persen, dan Bali 4 persen. Wilayah tujuan wisata popular Bali dan Lombok yang biasanya mengalami kenaikan trafik signifikan. Tahun ini justru terlihat mengalami kenaikan hanya sebesar masing-masing 4 persen dan 10 persen di banding hari biasa.

Berdasarkan kota / kabupaten, kenaikan trafik tertinggi terjadi di Provinsi Bali yaitu Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Badung masing-masing sebesar 11 persen, sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat berturut-turut adalah Kabupaten Lombok Tengah 14 persen, Kabupaten Lombok Timur sebesar 11 persen dan Kabupaten Lombok Barat sebesar 10 persen.

Sementara itu jika dilihat berdasarkan lokasi-lokasi yang identik dengan keramaian, kenaikan trafik yang terjadi di tahun ini tidak setinggi di tahun-tahun sebelumnya. Adanya pembatasan pengunjung dan imbauan untuk tidak bepergian kemungkinan telah berdampak, pada tidak terjadinya keramaian di lokasi-lokasi tersebut.

Kenaikan trafik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk sebesar 66 persen, Pelabuhan Padangbay 19 persen, Pelabuhan Kahyangan 18 persen, dan Pelabuhan Lembar 10 persen. Lokasi wisata dengan trafik tertinggi terjadi Pantai Pandawa 257 persen, dan Ubud 225 persen, serta Gili Trawangan 158 persen. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved