Sriwijaya Air

Jasa Raharja Inventarisasi Kerabat Penumpang dan Crew Pesawat Sriwijaya SJ 182

Duka mendalam datang dari dunia penerbangan Tanah Air pada awal tahun 2021. Sriwijaya Air SJY-182 yang hilang kontak pada Pukul 14.55 WITA dinyatakan

Freepik.com by 4045
Ilustrasi penerbangan internasional di sebuah bandara 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Duka mendalam datang dari dunia penerbangan Tanah Air pada awal tahun 2021. Sriwijaya Air SJY-182 yang hilang kontak pada Pukul 14.55 WITA dinyatakan jatuh, Sabtu (9/1/2021). 

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu, diperkirakan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Tim Gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap pesawat, yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun tersebut. 

Penerbangan rute Jakarta-Pontianak tersebut, berisi 56 orang yang terdiri dari 50 penumpang, dan 6 awak pesawat. Sebanyak 50 penumpang, terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. 

Salah seorang awak pesawat yaitu Tresetyani Mia dikabarkan asal Bali. Bila dilihat dari akun facebooknya, Mia merupakan alumni SMA Negeri 6 Denpasar, dan SMP Negeri 9 Denpasar. 

Guna mengetahui kebenaran kabar tersebut, petugas PT Jasa Raharja Cabang Bali mendatangi kediaman Mia di Jalan Tukad Gangga Gang Tirta Gangga, Denpasar. 

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Bali, Lalu Saripudin, ketika bertandang ke kediaman ditemui Zet Wadu (ayah), dan Ardi (kakak) dari Mia Tresetyani.  

Kepala Sub Bagian Sumbangan Wajib dan Humas PT Jasa Raharja Cabang Bali, Syaiful Anwar, membenarkan soal langkah penelusuran terhadap rumah salah seorang korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

"Ya benar, kami telah mendatangi rumah dari salah seorang awak kabin dari Sriwijaya Air SJY-182 yang kemarin dinyatakan jatuh disekitaran Kepulauan Seribu," katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, di Denpasar, Minggu (10/1/2021). 

Tujuannya, adalah untuk menelusuri kebenaran tentang informasi ada tidaknya yang berasal dari Bali tersebut. “Nah itu yang kami lakukan. Kebenaran dan pendataan ini dilakukan, sesuai arahan Direktur Utama Jasa Raharja," pungkasnya. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved