Bahaya Narkoba

Jasa Raharja dan BNNP Bali Sosialisasi Pencegahan dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

PT Jasa Raharja Cabang Bali, terus mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Satu diantaranya, dengan menggelar k

Istimewa
Suasana virtual tentang narkoba oleh Jasa Raharja dan BNN 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Jasa Raharja Cabang Bali, terus mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Satu diantaranya, dengan menggelar kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan sosialisasi tersebut, dilakukan Jasa Raharja bersama Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Bali secara virtual. Sosialisasi ini dilakukan secara menyeluruh, kepada semua karyawan dan tenaga penunjang yang ada di Jasa Raharja Cabang Bali pada hari Kamis, 21 Januari 2021, pukul 15:00 WITA.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini, adalah  Brigjend Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, SH. Yang merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, serta Yusuf Rey Noldy, selaku Konselor Klinik Pratama BNN Provinsi Bali.

I Putu Gede Suastawa, menyampaikan satu diantara extraordinary crime adalah narkoba. Yang bersifat habitual, toleran (menuntut untuk menggunakan lebih), dan adiktif.

Diperkirakan 10 persen, dari individu yang memulai penggunaan zat seiring waktu akan mengalami perubahan perilaku dan berbagai gejala.

BNN Provinsi Bali, mengharapkan peran serta masyarakat dan stakeholder dalam P4GN. Salah satunya tertuang dalam surat edaran Kemenpan RB No. 50 Tahun 2017, mengenai pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di instansi pemerintah.

Antara lain, dengan pembentukan relawan, tes urine bagi seluruh ASN dan CPNS, serta sosialisasi bahaya narkoba di masing-masing instansi.

BNN Provinsi Bali memberikan apresiasi, yang tinggi kepada Jasa Raharja. Sebab telah melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba. Ke depannya Jasa Raharja diharapkan, juga menyusun kebijakan dan aturan tentang P4GN dilingkunganya. 

Serta melaksanakan kegiatan tentang P4GN, dan membentuk relawan anti narkoba. I Putu Gede Suastawa, menyampaikan bahwa tantangan Jasa Raharja ke depan adalah menyediakan perlindungan dasar, yang terintegrasi secara digital dan didukung human capital unggul tanpa narkoba.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan program yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024. Sebagai salah satu Perusahaan milik negara, PT Jasa Raharja tentunya berkewajiban terus berperan aktif dalam menyukseskan program-program nasional,” Jelas Dwi Sasono, Kepala cabang PT. Jasa Raharja Bali, dalam siaran persnya.

Dwi Sasono menjelaskan penyalahgunaan narkoba, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun BNN. Namun sudah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, dan masa depan seseorang.

Penyalahgunaan narkoba, tentunya akan menghambat pembangunan nasional. "Kami memberikan edukasi kepada karyawan-karyawan serta tenaga penunjang di lingkungan kantor Jasa Raharja Cabang Bali, dengan mengundang narasumber dari BNNP Provinsi Bali. 

Lebih lanjut, Dwi Sasono menegaskan setelah kegiatan sosialisasi ini. Diharapkan seluruh insan Jasa Raharja, lebih aware dan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Serta ia menegaskan seluruh karyawan Jasa Raharja harus bebas dari penyalahgunaan narkoba. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved