Tirta Suranadi

Tirta Muncrat, Satu Diantara Sumber Air Panglukatan Pura Tirta Suranadi

Tidak hanya di Lombok saja, ternyata di Klungkung Bali juga ada panglukatan Tirta Suranadi. Tepatnya di Desa Manduang, Klungkung. Lokasinya cukup muda

Anak Agung Seri Kusniarti
Pura Tirta Suranadi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG –  Tidak hanya di Lombok saja, ternyata di Klungkung Bali juga ada panglukatan Tirta Suranadi. Tepatnya di Desa Manduang, Klungkung. Lokasinya cukup mudah dicari, karena tidak terlalu jauh dari pusat kota Klungkung. Penataan genah malukat dan wisata rekreasi di sana pun, terus ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung atau pamedek.

Rai Adi Susanta, Perbekel Desa Manduang, menjelaskan bahwa Pura Tirta Suranadi di wilayah Klungkung ini, sudah ada sejak lama. Namun memang penataan untuk dibuka bagi khalayak umum, secara lebih luas belum lama ini. Walaupun namanya sama dengan yang ada di Lombok, ia belum berani memastikan apakah ada keterkaitan histori diantara dua wilayah ini.

“Tempat malukat ini, sudah ada sejak dahulu kala. Sudah kami wariskan turun temurun. Dan sekarang kami kelola sebagai obyek wisata spiritual,” katanya kepada Tribun Bali, Selasa 26 Januari 2021. Pembangunan dan penataan lokasi malukat dimulai tahun 2020, menggunakan anggaran dana desa.  “Mulainya sekitar 3 bulanan yang lalu, dan baru diplaspas pada saat purnama yang baru lewat ini,” katanya. Dengan anggaran sekitar Rp 200 jutaan.

Layaknya pura dan tempat malukat di wilayah lain, orang yang cuntaka tentu tidak diperkenankan datang. Apalagi di atas tempat malukat ada pura, yang di dalamnya terdapat sumber air klebutan dari tanah. Uniknya, di lokasi ini dibuat juga kolam renang untuk menampung air di tempat malukat. Kolam sepinggang orang dewasa ini, bisa dipakai mandi dan berenang oleh siapa saja.

Sedangkan khusus untuk malukat, harus menggunakan kain dan selendang. “Tujuan adanya kolam renang ini, adalah memang untuk berenang dan rekreasi wisata. Tetapi yang tidak bawa kain, tidak boleh naik ke tempat malukat,” tegasnya. Siapapun boleh berenang, karena merupakan tempat pemandian umum. “Ya  kalau misalnya setelah berenang mau melukat, bisa mandi di bawah karena kami siapkan pancoran untuk keramas sabunan dan lain sebagainya. Setelah itu baru ke tempat malukat,” sebutnya.

Sumber air panglukatan, berasal dari klebutan di dalam Pura Tirta Suranadi. “Apabila pamedek mau sekalian sembahyang, bisa menghubungi jero mangku dan nomornya sudah ditempel di jaba pura,” jelasnya. Ada dua mata air di dalam pura, satunya mata air Tirta Muncrat dan satu lagi mata air Tirta Suranadi. “Kalau yang muncrat, lokasinya agak jauh dari sini. Sekitar 150 meter dan melalui jalan setapak,” katanya. Aksesnya pun masih alami dan agak susah dilalui, karena belum diperbaiki.

Rai menjelaskan, di Desa Manduang pada umumnya memang ada banyak sekali mata air. Terutama di sebelah timur desa, ada sekitar lebih dari 15 mata air. “Biasanya warga dari luar Manduang, yang nunas tirta klebutan untuk dipakai melukat atau upacara lainnya, maka sekali datang ke Manduang sudah dapat banyak tirta,” sebutnya.

Harapan ke depan, karena saat ini lokasi tersebut adalah khusus objek spiritual. Sehingga dengan hadirnya pamedek dari berbagai wilayah nantinya, obyek wisata ini bisa kian terkenal. Serta diketahui banyak khalayak umum. Dengan adanya obyek ini, juga diharapkan bisa membantu ekonomi warga Manduang dan sekitarnya.

Saat ini, pamedek yang datang hanya dimintai donasi atau dana punia seikhlasnya. Kotak dana punia disediakan di tangga turun dan di dekat genah tirta. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan destinasi ini. Sebab ke depan selain wisata religi dan spiritual, juga diarahkan ke wisata rekreasi. “Kami akan terus berinovasi ke depannya, ini baru awal saja. Nantinya kami ingin kembangkan sungai di bawah tempat malukat,” jelasnya.

Sungai bernama Kunyid. Terlihat di bawah area malukat, ada aliran sungai dengan panorama cukup indah. View alami tebing dengan belantara hutan di sekitarnya menambah kesan alam nan indah. Sehingga ke depan lokasi ini ingin dibuatkan arena rekreasi. Selian Kunyid, di sana juga ada Tukad Jinah. “Tukad Kunyid ini, rencana akan kami bersihkan dahulu, sehingga bisa dijadikan objek wisata selfie. Ada pula naik bebek-bebekan, dan penataan batu-batu di sekitarnya. Rencananya tahun depan lah,” ucapnya.

Aturan untuk destinasi ini juga segera akan dirampungkan, dan dilakukan secepatnya dengan berkoordinasi bersama desa adat dan desa dinas. Setelah sinkron semua dan mencapai mufakat, maka akan disusun aturan yang tepat bagi tempat malukat ini. Guna mencari aturan yang tepat untuk panglukatan Tirta Suranadi(ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved