Relaksasi BPJamsostek

Program Relaksasi BPJamsostek Berakhir, Ini Hasilnya Untuk Peserta

Program relaksasi iuran BPJamsostek, yang bergulir sejak Agustus 2020 resmi berakhir pada Minggu 28 Februari 2021. Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Z

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainudin 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Program relaksasi iuran BPJamsostek, yang bergulir sejak Agustus 2020 resmi berakhir pada Minggu 28 Februari 2021. Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainudin, menyampaikan bahwa BPJamsostek telah melaksanakan amanah yang diberikan pemerintah.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020, tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan selama bencana non alam penyebaran virus Covid-19. 

“Program relaksasi ini, sudah kita jalankan selama 6 bulan sesuai ketentuannya. Untuk segmen pekerja informal, dan jasa konstruksi sudah berakhir kemarin. Yakni pada 31 Januari 2021. Namun untuk segmen pekerja penerima upah, relaksasi batas akhir pembayaran iuran bulan Januari akan berakhir pada 28 Februari 2021,” terang Zainudin, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Sabtu 27 Februari 2021.  

Pandemi Covid 19, yang sudah ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional. Telah menimbulkan implikasi pada aspek ekonomi dan sosial, yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dan berpotensi terhadap ketidakmampuan perusahaan memenuhi hak pekerja atau buruh termasuk membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Hingga akhir masa relaksasi, BPJamsostek telah memberikan keringanan  sebesar Rp 3,922 triliun. Serta program relaksasi iuran ini, dinikmati 580.190 pemberi kerja atau badan usaha. 

Zainudin menjelaskan, selama masa relaksasi BPJamsostek telah memberikan keringanan iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Dan Jaminan Kematian (JKM) dengan cukup membayar 1 persen saja dari iuran yang seharusnya dibayarkan.

Selanjutnya penundaan sebagian iuran Jaminan Pensiun sebesar 99 persen, penurunan denda keterlambatan pembayaran iuran menjadi 0,5 persen dan perubahan batas waktu pembayaran iuran. 

"Relaksasi iuran BPJamsostek ini merupakan bentuk stimulus, yang diberikan pemerintah untuk meringankan beban para pelaku usaha atau pemberi kerja. Demi menjaga kelangsungan usaha mereka dan tentu saja tetap menjaga kesinambungan perlindungan jaminan sosial bagi pekerjanya,” tambah Zainudin. 

Dengan berakhirnya masa relaksasi, maka mulai Maret 2021 jumlah iuran, besaran denda, dan batas akhir pembayaran iuran BPJamsostek akan kembali seperti semula. 

Zainudin juga mengimbau kepada pemberi kerja atau badan usaha, yang mengajukan penundaan pembayaran iuran program Jaminan Pensiun untuk mulai mempersiapkan sisa pembayaran yang dapat dilakukan bertahap maupun sekaligus. Dimulai saat ini dan paling lambat tanggal 15 Mei 2021, hingga tanggal 15 April 2022. 

“Semoga bantuan yang diberikan pemerintah melalui program relaksasi BPJamsostek ini mampu mendukung upaya pemulihan perkonomian Indonesia, serta memastikan keberlanjutan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja,”imbuh Zainudin.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto, di tempat terpisah menambahkan."Kami berharap masyarakat khususnya peserta, tidak terpengaruh pada isu-isu negatif yang muncul terkait pengelolaan dana," katanya.

Pihaknya akan selalu memberikan pelayanan terbaik, bagi peserta dan memastikan dana peserta aman dan optimal di bawah pengelolaan. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved