Kuliner

 4 Minuman Ini Pernah Hits di Masa Pandemi Covid-19, Masih Ingat?

Salah satunya adalah beberapa minuman yang kemudian menjadi hits dan banyak buru dan dibuat oleh masyarakat.

Editor: novianawindri
ist
4 Minuman Yang Pernah Hits di Masa Pandemi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM - Di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang mengembangkan kreativitas dalam olahan makanan maupun minuman.

Tak heran jika kemudian muncul sejumlah makanan dan minuman yang viral.

Salah satunya adalah beberapa minuman yang kemudian menjadi hits dan banyak buru dan dibuat oleh masyarakat.

Tak cuma dibuat di rumah, minuman tersebut juga menjadi ide untuk membuka usaha di tengah pandemi.

Berikut jenis minuman yang pernah hits di masa pandemi.

1. Dalgona coffee

Pada masa pandemi banyak orang memiliki waktu luang untuk bereksperimen.

Dengan bermodal bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dalgona coffe dapat menjadi menu minuman istimewa ala kafe.

Kopi dalgona adalah minuman yang dibuat dengan mencampurkan kopi instan, gula, dan air panas dengan jumlah perbandingan yang sama.

Campuran itu kemudian dikocok sehingga menjadi krim dan kemudian ditambahkan ke susu dingin atau panas.

Minuman yang dipopulerkan pertama di India ini dikenal dengan nama Phenti Hui coffee.

Caranya dengan menambahkan kopi bubuk dengan sedikit air panas dan gula, kemudian dikocok sama seperti saat membuat telur dadar menggunakan sendok.

Hingga kopi tersebut berbuih dan menjadi krim.

Siapkan susu yang telah dicampur dengan air (bila menginginkan dapat ditambah es).

Tuangkan krim kopi pada gelas susu tersebut.

Tidak butuh waktu lama, dalgona dapat segera disajikan.

2. Kopi Gula Aren

Pandemi tidak membuat pencinta es kopi susu berhenti membeli minuman kegemaran mereka.

Kini masyarakat dapat menikmati es kopi susu kesukaannya dengan ditambah gula aren sebagai pemanisnya.

Kopi pakai gula aren belakangan ini sedang nge-tren dijajakan oleh berbagai kedai kopi lokal.

Banyak orang kini lebih memilih meracik kopi pakai gula aren ketimbang gula pasir biasa.

Varian gula aren ini sempat viral karena dirasa lebih unik dan lebih bernuansa lokal.

Tak heran, banyak tempat-tempat yang menyediakan kopi varian ini pada daftar list menu kafenya.

Gula aren terbuat dari nira yaitu cairan yang keluar dari batang pohon enau.

Dikutip dari hellosehat.com pada Kamis (18/3/2021), gula aren mengandung kalium, fosfor, zink, zat besi, mangan, tembaga, hingga dosis kecil antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, dan antosianidin.

Gula aren juga kaya akan vitamin B8 (inositol), asam folat, vitamin B1 (tiamin), dan vitamin B2 (riboflavin) yang berfungsi untuk membentuk sel-sel sehat.

Gula aren menjadi salah satu pemanis alternatif dengan indek glikemik rendah juga berkat kandungan serat makanan di dalamnya yang disebut inulin.

Serat inulin dikenal dapat menjaga kadar gula darah tetap normal.

Meskipun demikian, apa pun jenis gulanya, tetap harus membatasi jumlah asupan gula dalam makanan dan minuman sehari-hari.

Meskipun demikian, apa pun jenis gulanya, tetap harus membatasi jumlah asupan gula dalam makanan dan minuman sehari-hari.

Kontrol terhadap gula yang baik, nanti juga akan berguna untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan

3. Boba

Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (18/3/2021), Boba adalah bola tapioka yang sering menjadi isian dari minuman bubble tea.

Boba berbahan dasar tepung tapioka yaitu tepung dari singkong.

Tapioka tidak memiliki banyak rasa, sehingga rasa manis dari boba sebagian besar berasal dari gula atau madu yang direndam sebelum disajikan.

Boba atau yang juga dikenal dengan sebutan bubble atau black pearl merupakan topping yang biasa disajikan dalam minuman milk tea kekinian.

Di negara asalnya yaitu Taiwan, boba dikenal dengan istilah zenzhu naicha yang merupakan campuran susu teh dengan bola tapioka.

Boba bertekstur kenyal.

4. Es Krim Viennetta

Es Krim Vienneta, merupakan es krim legendaris pada era '90an.

Diketahui es krim Viennetta resmi diluncurkan kembali oleh salah satu brand Indonesia.

Kehadiran es krim Viennetta ini lama ditunggu oleh generasi '90an.

Lantaran pada zaman itu, es krim ini dianggap sebagai es krim mahal yang hanya bisa dinikmati kalangan terbatas.

Harga es krim Viennetta jaman dulu berkisar Rp 30 ribuan, sementara saat diluncurkan ulang pada 2020 dihargai Rp 50 ribuan.

Pantaslah jika netizen generasi '90an banyak yang bernostalgia.

Tidak hanya harganya yang berbeda, bentuk yang ditawarkan oleh es krim Viennetta versi sekarang juga berbeda.

Es krim Viennetta dulunya memiliki tiga susun lapisan.

Sementara sekarang hanya memiliki satu susun lapisan.

Satu di antara rasanya, yaitu brownie tiramisu.

Bentuknya menyerupai kue, dengan sedikit taburan brownie di atasnya dan lapisan kue brownie di bawah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved