Berita Bali

Targetkan 20 Toko, Bank Mantap Ajak Pensiunan Membuka Warung Mantap Sejahtera

Senyum sumeringah terpancar jelas dari wajah Ni Nyoman Sri Murti, setelah melaunching Warung Mantap Sejahtera Sri Rezeki, di Belega, Gianyar. “Warung

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti
Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Anak Agung Seri Kusniarti
Dirut Bank Mantap, bersama Owner Coco Group dan pemilik warung memegang beberapa produk Warung Mantap Sejahtera Sri Rezeki di Gianyar. 

Gianyar, Tribun Bali – Senyum sumeringah terpancar jelas dari wajah Ni Nyoman Sri Murti, setelah melaunching Warung Mantap Sejahtera Sri Rezeki, di Belega, Gianyar. “Warung ini sudah ada sejak dahulu kala, hanya saja berantakan. Kemudian dibantu Bank Mantap, dan bermitra dengan Coco Group semuanya ditata kembali dan kelihatan bagus,” katanya dalam siaran pers Minggu, 21 Maret 2021.

Barang-barang ditata dengan cantik dan rapi oleh Coco Group, sebagai satu diantara usaha ritel asli Bali. Ia pun sebagai pensiunan Bank Mantap sangat senang dengan hal ini. Pensiunan Kepala  Sekolah SD Negeri 1 Blahbatuh ini, menjual aneka sembako mulai dari beras, minyak goreng, snack, minuman hingga dupa. Rencananya juga akan menjual token pulsa, pembayaran PAM, BPJS, dan sebagainya.

Ia mengaku sudah sejak tahun 1980an, menjadi nasabah di Bank Mantap. Pinjaman untuk memperbaharui tokonya pun terbilang mudah. Dengan Rp 35 juta, ia sudah mendapat barang dari Coco Group, dan langsung ditata serta dibantu seperti apa dalam mengelola bisnisnya. Ia juga berpesan agar pensiunan lain bisa ikut program ini, sembari menikmati hari tua dengan produktif.

Direktur Utama Bank Mantap, Elmamber P. Sinaga, bekerjasama dengan Coco Group untuk memacu para pensiunan PNS, TNI/Polri untuk berwirausaha. Satu diantara dengan warung ini, usaha toko yang menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. “Jadi ini program yang menjadi pilar bisnis dari Bank Mandiri Taspen (Mantap),” sebutnya.

Ada tiga pilar, dan satu diantaranya adalah Mantap Sejahtera. Jadi bagaimana mensejahterakan pensiunan. “Kita tahu harapannya setelah pensiuan, mereka tetap bisa berkarya namun dengan resiko yang minimal. Tapi masih bisa mendapat tambahan income,” jelasnya. Bank Mantap pun memiliki 17 jenis usaha, yang memang dilakukan.

Satu diantaranya, adalah warung ini, dan bermitra dengan ahlinya ritel. Khususnya dalam mendeliver stock, management, kemudian sistem yang baik. “Dengan konsep yang baik itu, maka kita bermitra dan berkolaborasi memberikan kesempatan pensiunan untuk bisa punya usaha,” katanya.

Hanya dengan Rp 35 juta saja, atau paket silver seorang pensiunan sudah bisa mempunyai toko. Dengan 500 item dan perangkat atau peralatan toko yang luasnya 3X4 M2. Lalu ada paket gold, seharga Rp 50 juta yang mendapatkan 700 item dagangan dengan luas 3X5 M2 serta peralatan penunjang toko lainnya.

“Harapannya dengan omzet Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per hari, maka ada income masuk dan diharapkan itu menjadi tambahan pemilik warung,” sebutnya. Program ini pun, akan terus dilakukan ke wilayah Indonesia lainnya. Tentunya khusus Bali, Mataram, dan Kupang mitra yang memang dijadikan patner adalah Coco Group.

Sesuai hasil riset Bank Mantap, yang melihat Coco Group pantas menjadi mitra di daerah Bali-Nusra. Karena kerjasamanya baru, maka Warung Mantap Sejahtera Sri Rezeki adalah warung pertama. Sedangkan di luar Bali-Nusra, sudah ada warung lainnya yang dibuka dengan total sekitar 23 warung di Jawa hingga Sumatera.

“Harapannya dalam tahun ini, paling tidak bisa membuka 100 warung,” sebutnya. Khusus Bali, harapannya bisa membuka 20-25 toko minimal tahun ini. Namun ini target sementara, karena semuanya akan disesuaikan situasi dan kondisi. Hasil kinerja toko yang sudah buka, nantinya dijadikan berita dan cerita menarik bagi pensiunan lainnya.

“Total pensiunan di Indonesia ada 180 ribuan, dan khusus di Bali sekitar 3.000an yang sudah bergabung di Bank Mantap,” jelasnya. Mengenai yang berbisnis akan dilihat terlebih dahulu. Ke depan pun, kata dia, semua adalah era kolaborasi. Sehingga apabila seseorang membuka warung dan harus menghandle dari awal sampai akhir itu rasanya akan sangat sulit. Sangat tidak efisien. “Dengan bersama Bank Mantap dan Coco Group, semua menjadi mudah baik skill usaha dan produk akan dibantu,” katanya.

Nengah Natyanta, Owner Coco Group, sangat senang dengan program mitra ini. Karena membantu mengembangkan UMKM, khususnya yang bergerak di bidang middle low. Baginya, walaupun warung kecil tetap perlu dimanagement dengan baik agar bisa bergerak lincah. “Sekarang harus kolaborasi dengan agar lebih cepat berkembang, termasuk perlu edukasi masyarakat kecil sehingga bisa memanage toko kecil,” katanya.

Satu diantara bantuan Coco Group ke toko–toko ini, dengan memberitahu mana produk slow moving dan fast moving. Slow moving atau pergerakannya lambat, terkadang menjadi produk yang tidak laku. Karena tidak sesuai dengan target marketnya, seperti toko kecil menjual brand yang middle up. Padahal targetnya pasar middle low. Baik yang telah memiliki tempat untuk warung maupun tidak semuanya akan dibantu.

Potensinya besar karena warung kecil juga bisa berkembang, apalagi karyawan tidak banyak dan cost sangat rendah. Estimasinya menjual sembako dan pulsa saja bisa untung. “Seseorang itu bisa menghabiskan dana Rp 1 juta –Rp 1,5 juta per bulan, untuk membeli sembako,” sebutnya. Dengan berjualan sembako bisa juga untuk diri sendiri, sembari mengisi waktu di rumah saat hari tua.

Produk yang diberikan Coco Group pun tergantung market, seperti beras, chiki, teh, dan lain sebagainya. Ia juga berharap akan ada sekitar 20-30 warung serupa buka di Bali. Sebab peminatnya cukup besar, apalagi di wilayah pedesaan yang jauh dari toko ritel. Natya juga berharap Covid-19 bisa segera berakhir, sehingga roda pariwisata dan ekonomi kembali bisa bergerak. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved