News Bali

5 Event Pariwisata di Tabanan Lulus Tahap Pertama, Dinas Pariwisata Terkendala Anggaran Pelaksanaan

Dinas Pariwisata Tabanan mengajukan 6 event di Tabanan ke pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tahun 2021.

Editor: novianawindri
Tribun Bali/Made Prasetya Aryawan
Salah satu potret kegiatan Festival Tanah Lot, Tabanan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Pariwisata Tabanan mengajukan 6 event di Tabanan ke pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tahun 2021.

Namun, dari yang diajukan, ada 5 event yang sudah dinyatakan lulus pada tahap pertama.

Selanjutnya, pihak panitia akan melaksanakan tahap presentasi.

Namun sayangnya, persetujuan tersebut masih dibayangi dengan keterbatasan anggaran Pemkab Tabanan sehingga diharapkan ada bantuan dari Pemerintah Pusat secara penuh untuk pelaksanaan event tersebut. 

5 event yang dimaksud diantaranya di DTW Tanah Lot, DTW Jatiluwih, Tabanan Hub, Festival Kerambitan, dan festival Uma abian yang mengusung konsep Budaya. Kebetulan untuk Festival Uma Abian Marga tersebut, panitianya adalah pelaku budaya yang sempat memegang Sanur Festival.

Sedangkan, satu event yang tak lulus adalah sport tourism yang bekerjasama dengan KONI.

Kegiatan tersebut mengundang beberapa negara dan dilakukan di pesisir pantai seperti contohnya Surfing. Namun, karena situasi dan memerlukan anggaran besar yakni Rp 6 Miliar. Event ini sudah dinyatakan tidak lulus dalam tahap awal. 

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Gede Sukanada menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan enam event di Tabanan ke Kementrian.

Dari total, ada 5 event yang sudah lulus tahap pertama dan selanjutnya akan melaksanakan presentasi mengenai rencana event yang digelar. 

Usulan ini merupakan hasil komunikasi di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Provinsi. Salah satu program revitalisasi dari pariwisata adalah program ini.

Kemudian, Kementrian juga ada agenda terkait event nasional atau event nusantara ini.

"Yang kita lakukan adalah mengajukan event ke Kementrian. Ada 6 event yang diajukan, yang lulus seluruh Indonesia ada 120 lebih, dan Bali hanya lolos 12 yang 5 diantaranya adalah event di Tabanan," kata Sukanada saat dikonfirmasi, Rabu 24 Maret 2021.

Mantan Camat Kerambitan ini melanjutkan, saat ini masih dalam tahap presentasi, dan jika memang tak ada halangan dan lulus, seluruh event yang sudah disetujui akan digelar tahun ini.

Namun, kendala yang dihadapi adalah bahwa pemerintaah pusat hanya mendapingi dana 30-40 persen, sedangkan anggaran di daerah masih belum bisa mensupport secara penuh dan dirasa sangat berat.

"Saat ini masih fokus proses presentasi masing-masing event yang diajukan. Yang tidak lolos adalah sport tourism yang bekerjasama dengan KONI. Kegiatan tersebut mengundang beberapa negara dan dilakukan di pesisir pantai seperti contohnya Surfing. Namun, karena situasi dan memerlukan anggaran besar yakni Rp 6 Miliar sudah tidak lulus dalam tahap awal," jelasnya. 

Disinggung mengenai jika 5 event tersebut lulus di pusat,

Sukanada menyatakan para panitia sudah melakukan persiapan terkait event tersebut dan akan menyesuaikan pelaksanaannya di tengah pandemi. Nanti akan dilaksanakan tidak serta merta secara offline saja, melainkan diselingi dengan online.

Terpenting, ajang aktivitas bisa terlaksana dan promosi bisa dilakukan kemudian masuk di event nasional.

Kemudian untuk anggaran, para panitia juga mengharapkan pemerintah pusat mensupport secara penuh, mengingat di Anggaran Daerah sudah tidak memungkinkan. 

"Sehingga antara optimis dan pesimis sebenarnya. Optimis dalam artian kita sufah siap melaksanakan event tersebut, kemudian pesimisnya apakah dengan anggaran pusat memungkinkan untuk itu," ungkapnya. 

Jika Lulus, Tabanan Masih Memikirkan Pelaksanaannya

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, I Gede Sukanada menyatakan, jika disetujui pihaknya masih memikirkan hal tersebut dari segi anggaran.

Sebab, jika nanti disetujui pihak pusat, Dinas Pariwisata Tabanan sendiri mengakui ada kendala untuk pelaksanaan.

Contohnya di DTW Tanah Lot saat ini memang masih sangat berat untuk operasionalnya saja. Hal itu disebabkan kunjungan yang masih belum maksimal. 

Sehingga, dengan kondisi tersebut pihaknya berusaha meyakinkan pemerintah pusat untuk mensupport daerah, terlebih lagi program ini merupakan upaya pengembalian budaya pariwisata. Diharapkan Bali menjadi prioritas. 

"Kita keterbatasan anggaran, contohnya di DTW Tanag Lot masih sangat berat untuk operasionalnya. Sehingga diharapkan sekali pemerintah pusat mensupport. Apalagi Bali yang notabene memberikan kontribusi positif pada pariwisata, sedangkan tak bisa memberikan dukungan event dirasa sangat lucu," sentilnya.

Meskipun begitu, pihak Dispar Tabanan tetap mengharapkan lima event di Tabanan ini dinyatakan lulus.

Mengingat, kegiatan penyelenggaraan event ini merupakan salah satu program revitalisasi dari pariwisata Indonesia khususnya Bali. 

"Intinya kita harapkan semua lulus (5 event). Kemungkinan pertengahan bulan April sudah ada keputusan final. Selain itu harapannya, ada support dari pemerintah pusat," tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved