Berita Bali

Kinerja Lampaui Target, Dirut Pegadaian Apresiasi Seluruh Karyawan dan Nasabah

ak terasa waktu berjalan, dan PT Pegadaian (Persero) telah memasuki usia ke-120. Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, mengapresiasi semua kerja keras

Istimewa/Doc Pegadaian
Nuril Islamiah, Pemimpin Wilayah VII Denpasar PT Pegadaian (Persero) 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Tak terasa waktu berjalan, dan PT Pegadaian (Persero) telah memasuki usia ke-120. Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, mengapresiasi semua kerja keras karyawan Pegadaian selama ini. Sampai-sampai menghasilkan kinerja terbaiknya dan kerap melampaui target. 

Sambutan Dirut Pegadaian pun dibacakan, oleh Pemimpin Wilayah VII Denpasar PT Pegadaian (Persero), Nuril Islamiah. Dirut Pegadaian mengucapkan terimakasih kepada dewan komisaris, jajaran direksi, dan seluruh karyawan yang telah bersama-sama, berkontribusi merawat, membangun, dan membesarkan Pegadaian hingga sebesar saat ini.

"Dalam tiga tahun terakhir, PT Pegadaian terus menunjukkan kinerja
positif, yang ditandai dengan nilai aset dan pendapatan yang terus
meningkat," sebutnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Kamis 1 April 2021.

Berturut-turut aset perusahaan naik, yang semula di tahun
2018 sebesar Rp 53 triliun menjadi Rp 65 triliun (2019) dan Rp 72 triliun di tahun
2020. Serta membukukan pendapatan dari Rp 13 triliun di tahun 2018,
menjadi Rp18 triliun di tahun 2019, dan Rp 22 triliun di tahun 2020.

"Saya juga menyampaikan rasa terimakasih setulus-tulusnya kepada
seluruh nasabah yang telah dan terus-menerus, menggunakan produk
dan jasa layanan Pegadaian," katanya. Kepercayaan nasabah ini, dapat dilihat dari
meningkatnya jumlah nasabah dari tahun 2018 sebanyak 11 juta menjadi
14 juta di tahun 2019 dan 17 juta nasabah di tahun 2020.

Dengan omzet pembiayaan dari Rp131 triliun di tahun 2018, Rp146 triliun di tahun 2019 dan Rp165 triliun di tahun 2020. Namun di sisi lain, para insan Pegadaian harus menyadari bahwa laba untuk tahun buku 2020 mengalami penurunan, karena banyak nasabah, utamanya yang non gadai mengalami kesulitan dalam
mengembalikan pinjaman.

Laba tahun 2020 tercatat Rp 2 triliun. "Meskipun laba turun, prestasi ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi kita, di mana banyak perusahaan yang terdampak akibat pandemi. Dan ini semua merupakan hasil kerja seluruh insan Pegadaian yang telah bekerja ikhlas dan antusias memajukan perusahaan," sebutnya. 

Keberhasilan perusahaan saat ini, kata dia, tidak lepas dari perjuangan dan
pengorbanan para pendiri dan para sesepuh yang telah mendahului. "Karena berkat keteguhan dan kerja kerasnya, kita dapat melewati
berbagai zaman yang penuh tantangan, hingga akhirnya kita dapat tetap
eksis hingga saat ini," jelasnya. 

Oleh karena itu, generasi saat ini harus meneladani perjuangan, pengorbanan,
dan kerja keras para pendahulu. "Kita semua harus memanfaatkan
momentum saat ini, sebagai torehan sejarah yang akan kita tinggalkan
untuk generasi yang akan datang," sebutnya. Seperti diketahui bersama, bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN selaku pemegang saham sedang menggulirkan program pembentukan 'Ekosistem Ultramikro' melalui holding tiga perusahaan besar, yakni BRI, Pegadaian dan PNM.

Program ini merupakan upaya negara mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih cepat. Disamping itu, kondisi resesi sebagai dampak pandemi Covid-19 juga memerlukan integrasi ekosistem UMI, mengingat 50 persen lebih UMKM terdampak Covid-19.

Program ini sejalan dengan latar belakang pendirian PT Pegadaian
(Persero), yakni menjauhkan masyarakat dari cengkraman rentenir,
serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berperan aktif
membantu pemerintah dalam pembangunan ekonomi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved