Berita Bali

Kadin Denpasar Yakin Pariwisata Bali dan Ekonomi Akan Segera Pulih

Tak dapat dipungkiri, pandemi akibat meluasnya virus Covid-19. Benar-benar membuat perekonomian dunia lumpuh. Hal ini pun berdampak signifikan bagi Ba

Anak Agung Seri Kusniarti
Kadin Denpasar bersama pengusaha memberikan sosialisasi kepada anggota dalam bertahan di masa pandemi. 

Denpasar, Tribun Bali – Tak dapat dipungkiri, pandemi akibat meluasnya virus Covid-19. Benar-benar membuat perekonomian dunia lumpuh. Hal ini pun berdampak signifikan bagi Bali, dimana lokomotif ekonominya adalah pariwisata. Dan kini menjadi mati suri, karena pariwisata mandeg akibat tidak adanya kedatangan turis asing. Dampak sebarannya, dirasakan semua pengusaha dari kecil hingga besar.

Ketua Kadin Denpasar, I Putu Arnawa, berharap pengusaha di kota Denpasar bisa kontribusi dalam keadaan yang tidak mudah ini. “Tentunya ke depan kami akan membuat MoU, semisal tentang ketenagakerjaan, dinas terkait seperti pengiriman tenaga kerja ke luar Indonesia. UMKM dan tourism serta hal lainnya,” jelasnya dalam acara ‘Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Penasehat Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Kota Denpasar Masa Bakti 2020-2025’ di Denpasar.

Mudah-mudahan dengan sinergi, baik antar pengusaha dan dengan pemerintah ini. Ke depan bisa membangkitkan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. “Sehingga bisa bersinergi dan apa yang diharapkan bersama bisa terwujud,” katanya. Ke depan, kata dia, beberapa pengusaha yang dalam pandemi ini sangat sukses akan bergandengan tangan bersama. Sehingga saling membantu antar pengusaha yang ada di dalam Kadin Denpasar.

Secara internal, Kadin Denpasar juga terus melakukan lobi seperti ke pihak Angkasa Pura. Agar menyiapkan space di terminal keberangkatan domestik. “Mudah-mudahan setelah hari raya bisa ditindaklanjuti dengan MoU dan lain sebagainya. Sehingga kesepakatan itu digunakan sebagai acuan dasar, bagaimana melangkah ke depan,” sebutnya. Termasuk dengan pihak perbankan akan melakukan pendekatan dengan BPD Bali, BRI, termasuk bank swasta. Dalam membantu pendanaan, baik untuk UMKM ataupun pengusaha kelas menengah ke atas.

Hingga saat ini, anggota atau member Kadin Kota Denpasar sudah lebih dari 200 orang. Dengan jumlah kepengurusan 49 orang yang dilantik.  Ia mengakui, dari member Kadin Denpasar ini memang mayoritas kesulitan di masa pandemi. Untuk itu, dalam upaya memberikan motivasi pihaknya mengundang pengusaha yang mampu sukses. Dan kebetulan juga merupakan anggota Kadin Denpasar.

Usaha rata-rata dari member Kadin Denpasar ini, kata dia, adalah UMKM seperti handicraft, fashion, serta kuliner, perbankan, jasa konstruksi, perumahan dan sebagainya. Ia mengatakan masih banyak pengusaha yang belum terdaftar di Kadin Denpasar. “Ke depan tentunya kami harapkan, semua masyarakat yang berusaha di Kota Denpasar agar terdaftar di Kadin Denpasar,” sebutnya.

Sebab keuntungan masuk ke dalam Kadin Denpasar, juga sangat banyak. Diantaranya, adalah dukungan pemerintah daerah khususnya Kota Denpasar. Kedua dari pihak perbankan, kemudahan-kemudahan bagi anggota. Lalu pameran dan kerjasama dengan pihak luar. Sehingga kian mengembangkan networking dan bisnisnya. “Seperti permintaan pengiriman tenaga kerja ke Polandia, Turki baik SPA therapist dan perhotelan,” katanya.

Sehingga menjadi anggota Kadin akan kaya dengan informasi, networking, dan sosialisasi dalam mengembangkan bisnis. Agar kian maju ke depannya. Kadin Denpasar pun, kata dia, terus mengupayakan agar anggotanya mendapatkan bantuan pembiayaan oleh perbankan.  

Pemilik Krisna Oleh-oleh, I Gusti Ngurah Anom, juga memberikan motivasi kepada anggota Kadin. Pria yang kerap disapa Ajik Cok ini, juga mengaku sangat terdampak oleh adanya pandemi Covid-19 ini. “Saya punya sekitar 2.500 karyawan, dan kemarin 2.000 diantaranya dirumahkan karena pandemi ini,” jelasnya. Namun memasuki bulan September-November, 1.500 karyawan sudah mulai dipekerjakan lagi.

“Penjualan kami Desember itu sudah mencapai 90 persen, namun begitu PSBB kembali merosot sama seperti bulan Agustus sebelumnya,” katanya. Hal ini membuatnya dilema, sehingga ia mencari solusi agar tidak kembali merumahkan karyawannya. Ajik yakin semua ini akan kembali seperti sediakala, dan ia terus mencari cara untuk survive di tengah pandemi. Inovasi pun akan terus dilakukan demi bertahan dari masa sulit ini.

Kemudian salah satu owner MS Glow, Maharani Kemala juga hadir memberikan kisahnya. Usaha yang kini cukup banyak, adalah hasil dari kerja kerasnya bersama sang suami dan tim. Diantaranya usaha produk skincare, ekspedisi, perbankan, bahkan yang terbaru adalah penyewaan helikopter. “Semua ini kami dapatkan dari melihat peluang di setiap tantangan,” katanya. Intinya adalah terus belajar dan tetap berjuang. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved