Berita Bali

Savina Bali Wedding, Mudahkan Pernikahan Yang Indah 

Savina Bali Wedding, membuat klien tidak berpikir rumit akan acara pernikahannya. Demikian sekilas misi yang disampaikan Anak Agung Gde Indra Arybuwan

Istimewa
Dekorasi Savina Bali Wedding 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Savina Bali Wedding, membuat klien tidak berpikir rumit akan acara pernikahannya. Demikian sekilas misi yang disampaikan Anak Agung Gde Indra Arybuwana, kepada Tribun Bali, Jumat 23 April 2021. Ia selalu beruyapa memberikan pelayanan optimal, pada klien yang mempercayai WO miliknya. Untuk menghandle hari penting mereka. 

WO yang dibangun sejak 2020 ini, adalah impiannya. Apalagi Agung Indra, sapaan akrabnya, sejak lama juga pernah bekerja di tour and travel. Dan masih dilakoni hingga saat ini. "Saya pribadi memang sangat menyukai dalam hal operational. Khususnya dalam pengaturan team work, jadi WO ini adalah seni dalam mengelola orang atau tim," katanya kepada Tribun Bali.  

Dimana semua tim tersebut, terkait satu sama lain dalam bekerja. Dan ia sangat bahagia, saat tim ini mampu kompak. Serta bisa memuaskan klien, tatkala acara wedding mereka berlangsung. Tak hanya kekompakan tim saja. Ia juga menawarkan banyak keunggulan lainnya, dari Savina Bali Wedding.

"WO ini tidak hanya menyediakan jasa wedding saja. Hal lainnya juga ada, misalnya dekorasi, lokasi atau venue, hingga riasan pengantin. Bahkan kami juga provide tour planning untuk honeymoon pengantin, jika mereka berminat dan yang pastinya lokasi honeymoon yang kami provide tidak akan mengecewakan," tegasnya. 

Pada awalnya target marketnya, adalah segmen lokal. Akan tetapi jika market asing tertarik dengan WO miliknya. Tentu saja akan dilayani semaksimal mungkin. Untuk itu, promosi pun dilakukan terus-menerus dilakukan. Via online dan dari mulut ke mulut. Sementara via offline belum bisa maksimal, karena masih dalam masa pandemi. 

"Jadi memang kami mencoba, membuat promotion strategi yang menarik seperti membuat pamflet di instagram. Serta platform marketing di sosial media lainnya," katanya. Walau terlihat mudah, namun bisnis WO sejatinya tidak segampang itu. Pria asli Ubud ini, mengatakan bahwa ada saja kerikil kecil dalam sebuah bisnis. 

Semisal, terkadang ada perbedaan pendapat antara mempelai pria dan wanita. Sehingga membuat dirinya dan tim, harus ekstra berpikir dan mampu menjadi penengah diantara pasangan itu. Memberikan solusi terbaik, agar mereka nyaman dalam mengambil keputusan. Semua jalan akan ditempuh sampai menemukan win-win solution.

Untuk itu, pihaknya sangat teliti dalam mencari vendor atau rekanan yang akan bekerjasama dengan Savina Bali Wedding. "Cara kami mencari vendor adalah melihat track record mereka, dan datang ke pernikahan teman atau rekan yang pernah memakai mereka lalu dilihat hasilnya," sebutnya. 

Pihaknya juga melihat respon orang, yang pernah memakai jasa mereka lewat medsos. "Kemudian apabila kami merasa mereka cocok jadi vendor, maka kami akan datang dan meeting ke tempat mereka untuk memulai kerjasama. Tentunya review produk mereka dengan hati-hati, agar klien bisa puas," ucapnya. 

Untuk itu, bisnis WO ini bisa dikatakan gampang-gampang susah. Apalagi di masa pandemi saat ini, pihaknya tidak bisa mempromosikan WO dengan leluasa. Sebab segala kegiatan yang melibatkan orang banyak, sedang dibatasi. Untuk itu bisnis WO juga ikut mandeg saat pandemi seperti ini. 

Walau demikian, ia berharap Savina Bali Wedding akan sukses ke depannya dan tidak mengecewakan klien. Walau demikian, tidak menutup kemungkinan orang-orang tetap melakukan wedding di masa pandemi ini. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti membatasi tamu, tetap menjaga jarak agar wedding berjalan aman dan lancar, tetap memakai masker, sampai menyediakan hand sanitizer. "Mungkin bisa juga dibagi per sesi undangan seperti jam-jamnya diatur, jam sekian berapa orang ditulis dikartu undangan baik digital maupun kartu undangan offline," sebutnya. 

Berbagi sedikit pengalaman, ia berkata WO miliknya sudah pernah melayani tamu lokal dari Surabaya dan Jakarta serta melayani klien Indonesia lainnya. "Jadi baju adat pengantin bisa kita atur, menurut selera klien. Sebab baik vendor baju dan tata rias bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien," ucapnya.

Tak muluk-muluk, ia berharap porsi market klien  yang memesan jasa WOnya baik lokal dan asing seimbang. Untuk itu, promosi lewat online dan offline akan terus dilakukan. Semisal blast secara offline via WA dan email. Serta mengontak rekan atau kolega dari luar Bali, dan yang ada di Bali untuk promosi. Agung Indra mengatakan, untuk melihat-lihat seperti apa WO miliknya, bisa mengunjungi Instagram @savina_baliwedding. (ask)

 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved