Berita Bali

Wow, XL Axiata Bagikan Dividen Rp 339,4 Miliar

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) pada, Jumat 23 April 2021 menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2021 (Rapat). Rapat yang berlangsung

Istimewa
ki-ka) (Jajaran Direksi & Komisaris XL Axiata ) Direktur & Chief Finance Officer, Budi Pramantika, Direktur & Chief Information Digital Officer, Yessie D. Yosetya, Direktur & Chief Commercial Officer - Consumer, David Arcelus Oses, Presiden Komisaris, Dr. Muhamad Chatib Basri, Presiden Direktur & CEO, Dian Siswarini, Direktur & Chief Commercial Officer – Home and Enterprise, Abhijit J. Navalekar dan Direktur & Chief Technology Officer, I Gede Darmayusa dalam acara RUPS Tahunan 2021 PT XL Axiata Tbk di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) pada, Jumat 23 April 2021 menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2021 (Rapat). Rapat yang berlangsung secara daring tersebut, memiliki 6 agenda yang telah disetujui. Termasuk diantaranya pembagian dividen, untuk pemegang saham sebesar 50 persen dari keuntungan setelah penyesuaian, perubahan atas susunan dewan komisaris, serta penambahan bidang usaha perseroan.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, tahun ini Rapat  menyetujui penggunaan 50 persen dari keuntungan, setelah menyesuaian untuk dibagian sebagai dividen kepada para pemegang saham. Totalnya dividen ini kurang lebih sebesar Rp 339,4 miliar yang atau setara dengan Rp 31,7 per saham.

"Sisa dari keuntungan lainnya akan kami pergunakan sebagai alokasi cadangan umum sebesar Rp 100 juta, dan selebihnya dicatat dalam saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali. 

Pada mata acara pertama, Rapat menyetujui dan menerima laporan tahunan direksi perseroan mengenai kegiatan dan jalannya perseroan. Termasuk namun tidak terbatas pada hasil-hasil yang telah dicapai, selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020. Laporan tugas pengawasan dewan komisaris perseroan untuk tahun buku 2020, serta memberikan persetujuan dan pengesahan atas laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana. Selain itu, Rapat juga menyetujui pemberian pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada para anggota direksi perseroan atas tindakan pengurusan, dan anggota dewan komisaris perseroan atas tindakan pengawasan yang telah dilakukannya.

Dalam tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020, sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan tercatat pada laporan keuangan perseroan dan bukan merupakan tindak pidana atau pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada mata acara kedua, Rapat menyetujui penetapan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020. Dengan ketentuan 50 persen dari keuntungan setelah penyesuaian yaitu sebesar Rp 339,451 miliar akan didistribusikan ke pemegang saham sebagai dividen. Dimana hal ini setara dengan Rp 31,7 per lembar saham.

Memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi perseroan dengan hak substitusi, untuk menetapkan jadwal dan mengatur tata cara pembayaran dividen tunai dimaksud kepada para pemegang saham perseroan yang tercatat dalam daftar pemegang saham sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di dalam mata acara kedua, Rapat juga menyetujui alokasi cadangan umum sebesar Rp 100 juta, serta menyetujui sisa Rp 32,047miliar untuk dicatat dalam saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha perseroan.

Pada mata acara ketiga, Rapat menunjuk Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers) sebagai eksternal auditor perseroan dengan Akuntan Publik, Andry D. Atmadja, S.E., Ak., CPA. Untuk melakukan audit atas laporan keuangan perseroan untuk  tahun buku  yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Dan audit atas laporan keuangan lain yang dibutuhkan perseroan. Rapat juga memberikan wewenang kepada dewan komisaris dan atau direksi perseroan untuk melakukan tindakan, dan segala pengurusan, termasuk namun tidak terbatas pada menetapkan besaran honorarium profesional.

Menandatangani dokumen-dokumen, dan atau menunjuk kantor akuntan publik dan/atau akuntan publik lain yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan rekomendasi komite audit, apabila karena satu dan lain hal kantor akuntan publik dan/atau akuntan publik di atas tidak dapat melaksanakan tugasnya.

Selanjutnya, melalui mata acara keempat, Rapat memberikan kuasa dan wewenang kepada dewan komisaris perseroan untuk menetapkan besaran gaji, bonus dan tunjangan lainnya bagi para anggota direksi perseroan dan memberikan kuasa dan wewenang kepada komite nominasi dan remunerasi perseroan untuk menetapkan besaran gaji, bonus dan tunjangan lainnya bagi para anggota dewan komisaris perseroan.

Sesuai dengan struktur dan besaran remunerasi berdasarkan kebijakan remunerasi perseroan, untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021. Pada mata acara kelima, Rapat menerima pengunduran diri dan memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Tan Sri Jamaludin bin Ibrahim, sebagai anggota komisaris perseroan, atas tindakan pengawasan yang dilakukannya sejak pengangkatannya menjadi anggota dewan komisaris perseroan sampai berakhir masa jabatannya yaitu terhitung sejak ditutupnya Rapat ini.

Sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam laporan tahunan dan tercatat pada laporan keuangan perseroan, dan bukan merupakan tindak pidana atau pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang berlaku. Dengan diterimanya pengunduran diri tersebut, maka susunan anggota dewan komisaris perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini adalah sebagai berikut.

Presiden Komisaris, Dr. Muhamad Chatib Basri.

Komisaris, Vivek Sood, Dr. David R. Dean, Dato’ Mohd Izzaddin bin Idris, dan Dr. Hans Wijayasuriya. 

Komisaris Independen, Yasmin Stamboel Wirjawan, Muliadi Rahardja, dan Julianto Sidarto.

Lebih lanjut, di dalam mata acara kelima, Rapat juga menunjuk dan memberi kuasa dengan hak substitusi kepada direksi perseroan untuk melakukan segala tindakan yang berhubungan dengan keputusan mata acara kelima, termasuk namun tidak terbatas untuk menghadap pihak berwenang, mengadakan pembicaraan, memberi dan atau meminta keterangan, mengajukan permohonan pemberitahuan atas perubahan susunan dewan komisaris perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved