Berita Bali

BWA Pertemukan Buyer dan Seller Dalam Table Top

Bali Wedding Association (BWA), sebagai asosiasi yang menghimpun para pengelola acara pernikahan di Bali. Mengadakan 1st Bali Wedding Table Top, di Co

Anak Agung Seri Kusniarti
HUT BWA ke-7 sekaligus acara 1st Bali Wedding Table Top di Conrad, Nusa Dua, Badung, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bali Wedding Association (BWA), sebagai asosiasi yang menghimpun para pengelola acara pernikahan di Bali. Mengadakan 1st Bali Wedding Table Top, di Conrad, Nusa Dua, Badung, pada 27 April 2021. Acara table top ini, mempertemukan buyer dan seller secara langsung. Khususnya antara WO yang basednya di Bali sebagai buyer. Kemudian wedding venue sebagai seller. 

“Sudah hampir 1,5 tahun semuanya hanya bisa dikerjakan secara online karena pandemi ini. Buat kami yang bekerja di bidang wedding, merasa tidak update. Karena tidak bertemu langsung dengan orang itu, serasa tidak mendapat informasi dengan benar,” jelas Ketua BWA Bali, Sinly Anfeny. Maksud dan tujuan acara ini, juga dalam rangka mempercepat pemulihan pariwisata Bali khususnya di industri wedding.

Buat seller yang saat ini memiliki update produk, serta update harga juga akhirnya tidak bisa tersampaikan secara langsung. “Kadang kalau kirim email juga tidak terbaca,” imbuhnya. Untuk itu sejak era baru, dengan protokol kesehatan yang ketat dan sebagian besar telah divaksin. BWA berinisiatif dan memberanikan diri mengadakan acara ini (offline BTB).  

Kemudian yang menjadi buyer adalah semua WO, dan seller adalah wedding venue. “Biasanya di dunia perweddingan kami mengadakan platformnya itu BTC atau direct konsumen,” katanya. Tetapi karena kondisi seperti ini, semua wedding fair, wedding eksibisi tidak lagi diselenggarakan. “Jadi dari sanalah BWA berinisiatif mengadakan BTB platform secara offline ini,” ucapnya. Ternyata sambutannya juga sangat baik, baik dari resort atau hotel wedding venue serta WO. 

Sistem table top ini, kata dia, adalah mempertemukan 31 buyer dengan 31 seller. “Jadi seller ini mengharapkan WO untuk membantu lagi mereka jualan ke konsumen,” ucapnya. Biasanya kalau mereka mengadakan pameran, costnya agak tinggi. “Sementara saat ini semua hotel hampir tidak punya uang untuk marketing,” katanya. Untuk itu, diadakan table top dengan sistem BTB ini. “Jadi para buyer WO tidak perlu melihat pameran yang memakan dana besar, cukup bertemu dan mendapat informasi update tentang produk yang bisa mereka jual saja,” imbuhnya. 

Ia juga menegaskan ada sekitar 160 orang yang hadir dan semuanya telah melakukan Swab. Walau demikian, di dalam acara semua menggunakan masker. “Rencana memang kalau sambutannya bagus dan hasilnya menggembirakan, maka kami akan membuat ini menjadi annual event yang diadakan setiap tahun di bulan April. Kenapa April karena biasanya wedding bisnis agak sepi jadi semua bisa partisipasi,” katanya. 

Untuk kali ini, kata dia, juga memang diadakan juga dalam rangka ulang tahun BWA yang ke-7. “Tapi saya lihat event ini potensial, untuk dikembangkan menjadi lebih besar. Dan bahkan bisa skala nasional, hingga internasional,” katanya. Inti acara ini juga membantu pengusaha WO di Bali. Sehingga yang diundang dalam acara, adalah semua WO based Bali. Tidak ada dari luar Pulau Dewata. 

Namun tahun depan, jika semua sudah membaik dan kasus menurun. Serta mendapat tempat yang lebih besar untuk mengadakan event serupa. Tidak menutup kemungkinan yang menjadi seller, tidak hanya wedding venue saja tetapi juga catering, florist, hingga transport. “Jadi semua yang bersangkutan dengan wedding bisa menjadi seller dan yang menjadi buyer adalah WO baik dari Bali maupun luar Bali, bahkan WO asing yang potensial,” sebutnya.  

Namun karena masih situasi pandemi, jadi kami mengundang vendor Bali saja terlebih dulu. Apalagi member BWA kini menjadi OTG alias orang tanpa gaji, karena roda pariwisata yang mandeg akibat pandemi. “Beruntung domestik market masih ada walau tidak terlalu banyak, kami berharap yang asing juga bisa segera,” katanya. “Harapan BWA kepada pemerintah, tentunya pemerintah bisa mengeluarkan regulasi yang bisa memproteksi kita diawal. Kalau sudah semua diproteksi maka orang akan aman dan nyaman datang ke Bali, ya salah satunya dengan vaksin,” tegasnya. (ask)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved