Destinasi

Serunya Mandi di Telaga Tirta Nadi, Destinasi Wisata Baru di Tabanan Bali, Hanya Perlu Bayar Donasi

Kolam tersebut merupakan satu destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selanbawak.

Editor: novianawindri
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Sejumlah anak-anak tampak asik mandi di kolam renang bernama Telaga Tirta Nadi yang terletak di aliran sungai Yeh Sungi wilayah Banjar Selanbawak Kaja, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa 27 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejumlah anak-anak tampak asik mandi di sebuah kolam renang yang terletak di aliran sungai Yeh Sungi wilayah Banjar Selanbawak Kaja, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa 27 April 2021.

Kolam tersebut merupakan satu destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Selanbawak.

Kolam renang ini diberi nama Telaga Tirta Nadi.

Menariknya, sumber air dari kolam renang ini berasal dari mata air beji setempat dan dipadukan dengan wisata spiritual.

Setidaknya wisata baru ini sudah dikunjungi ribuan warga sejak diuji coba dari Penampahan Hari Raya Galungan hingga saat ini. 

Sesuai pantauan di lokasi, kolam dibagi tiga bagian diantaranya kolam renang anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Selain kolam renang yang terletak di aliran sungai tersebut juga terdapat Pancoran Dolas Dalem Selanvawak untuk malukat.

Pancoran Solas ini ternyata sudah ada sejak dahulu kala, hanya saja letaknya yang berada dalam satu areal.

Kemudian selain itu, tempat tersebut sudah mulai ditata dan disertai toilet termasuk masih dalam penggarapan sebuah warung yang nantinya menyajikan makanan dan minuman.

"Kita sudah uji cobakan Penampahan Galungan lalu dan baru diresmikan oleh Dinas Pariwisata didampingi Desa pada Umanis Kuningan 25 April kemarin," kata Ketua Jejaring Pokdarwis Kabupaten Tabanan, I Ketut Aryana saat dikonfirmasi, Selasa 27 April 2021.

Aryana menuturkan, awal mula dari digarapkan kolam renang ini karena di wilayah tersebut ada aliran sungai yang terbagi menjadi dua aliran.

Satu aliran sungai dengan debit air besar dan sebelahnya dengan debit air yang kecil.

Nah, debit air yang kecil ini kemudian ditata sedemikian rupa. 

"Awalnya kita ngempel (bendung) air tersebut secara manual dengan batu sungai. Kemudian lama kelamaan ternyata sangat bagus dan digemari masyarakat lokal. Artinya banyak yang tertarik," ujarnya. 

Dari pemantauan tersebut serta sejumlah refrensi dari banyak pihak, akhirnya pihak pomdarwis sendiri mengusulkan bantuan ke tingkat kecamatan untuk mendapat biaya pembangunan.

Gayung bersambut, bantuan ternyata direaliasikan melalui pagu kecamatan.

"Untuk itu kami sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mendorong dan membantu dari segi anggaran. Sehingga kolam ini bisa terealisasi," kata Aryana.

Untuk kunjungan, sejatinya sudah mulai ramai sejak diujicobakan pada Penampahan Galungan lalu. 

Sejak dibukanya tersebut, kunjungan diakui mulai ramai.

Bahkan masyarakat di luar kabupaten sudah ikut mengunjungi.

Hanya saja ia saat ini masih belum bisa menghitung berapa jumlah pengunjung yang datang karena sambil penggarapan kolam tersebut.

Sebab, hingga saat ini masih belum menetapkan tiket masuk, melainkan sistem donasi atau dana punia.

Biasanya per keluarga berdonasi antara Rp 5-10 ribu. 

"Jumlah kunjungan belum sempat dihitung karena sistemnya masih donasi. Kemarin kita sempat memperoleh donasi dari pengunjung hingga Rp 900 ribu per hari," ungkapnya.

Rencana Sediakan Tubbing dan Yoga 

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pokdarwis Desa Selanbawak ini melanjutkan, kawasan telaha tirta nadi ini selanjutnya akan dikembangkan lagi bekerjasama dengan Sekaa Truna Banjar Selanbawak Kaja. 

Pengembangan wisata ini nantinya akan dipadukan dengan wisata spiritual di Pancoran Solas.

Sebab, selama ini untuk kunjungan ke Pancoran Solas selalu ramai utamanya wisatawan Eropa.

"Dulu, tiap bulannya ada saja wisatawan Eropa yang berkunjung," sebutnya. 

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berencana akan mengembangkan wisata tubbing serta yoga juga.

Untuk awal, wisata tubbing ini akan dikembangkan sepanjang 200 meter di Tukad Yeh Sungi.

"Nantinya kalau sudah banyak wisatawan, mungkin akan dibentuk desa wisata dengan dukungan seluruh pihak. Desa wisata akan mengelola secara penuh nantinya," tandas Aryana.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved