Digital Payment

Tingkatkan Digital Tourism, Krisna Group Gandeng MKP & Bank Mandiri 

Krisna Bali dan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP E-Ticketing) Semarang, menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) di Krisna Bypass Denpasar. Tepatnya pada

Istimewa
CEO PT MKP (3 dari Kiri), GM Krisna Holding Company (tengahnya), Vice President Bank Mandiri Area Denpasar (3 dari kanan) dalam penandatanganan PKS e-ticketing dan e-payment system antara Krisna Group, MKP Mobile, dan Bank Mandiri di Bali. 

BADUNG, TRIBUN BALI - Krisna Bali dan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP E-Ticketing)
Semarang, menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) di Krisna Bypass Denpasar. Tepatnya pada Rabu 19 Mei 2021 siang. 

Kerjasama ini bertujuan mendigitalisasi Krisna North Bali, yaitu Krisna Funtastic Land, Krisna Waterpark, dan Krisna Watersport. Pihak Krisna diwakili oleh, Ida Ayu Komang Firna Erawati, selaku General Manager (GM) Krisna Holding Company. 

Mengatakan bahwa PKS ini, diharapkan dapat memodernisasi Krisna. Sehingga mampu mengikuti tren digitalisasi pembayaran, maupun e-ticketing yang sudah berkembang dimasyarakat. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan memudahkan wisatawan pada saat berkunjung ke Krisna North Bali.

Dayu, sapaan akrabnya, sangat optimistis kerjasama ini akan berjalan lancar dan
dapat diterapkan di cabang Krisna lainnya. Kerjasama ini, dilakukan Krisna Bali dengan MKP yang bersinergi dengan Bank Mandiri Cabang Singaraja, yang dapat mengoptimalkan pendapatan Krisna.

"Kalau kami dari karyawan beberapa tetap bekerja, walaupun di masa pandemi ini. Sebab di Krisna Funtastic Land, karena ada beberapa wahana yang mau kami kerjasamakan. Itu masih beroperasi, walaupun sebenarnya terbatas kami buka di saat weekend," katanya di Badung. 

Dengan PKS ini, kata dia, bisa berkolaborasi saling support dalam melihat perkembangan. Mungkin tidak hanya dalam weekend saja. Secara fasilitas, pihaknya sudah disupport oleh MKP melengkapi tools yang sudah ada sebelumnya di wahana Krisna. "SDM di Singaraja basicly sudah mengenal digital dan sudah biasa menggunakan mesin EDC dan sebagainya," ujarnya. 

Namun dengan meeting dan kesepakatan, antara Krisna dengan MKP seperti akan dilakukan training. "Saya yakin dengan adanya tim dan managemen MKP yang melengkapi kami, maka anak-anak bisa siap. Apalagi nantinya ada pendampingan terlebih dahulu," ucapnya. PKS ini diharapkan mempercepat dan mempermudah transaksi di berbagai wahana Krisna. 

"Sebelum pandemi banyak turis yang datang ke Singaraja dan Lovina, sehingga dengan PKS ini akan mempercepat transaksi. Apalagi sekarang sudah masuk era 4.0, dan orang-orang sudah familiar dengan transaksi seperti itu. Harapan kami promosinya jauh lebih luas lagi, termasuk bisa di luar Bali," katanya. Sehingga mampu menuju digital tourism dengan jangkauan lebih luas. 

CEO MKP, Nicholas Anggada Perkasa, juga menyambut gembira PKS ini. MKP memberikan solusi e-ticketing, yang terintegrasi mulai dari hardware – software – cashless payment – manage service tanpa membebani CAPEX Krisna Group.

Diharapkan, kerjasama tersebut dapat berjalan lancar dan saling menguntungkan diantara kedua belah pihak. "MKP ini kan satu-satunya e-ticketing di Indonesia, sebagai provider kami menyediakan seluruh infrastrukturnya. Mulai dari hardware, software, payment, sampai ke manage service," sebutnya. 

Dan semuanya itu, sangat istimewa karena tanpa CAPEX dari pihak Krisna. Atau istilahnya tanpa perlu modal. Sebab belanja modal dari MKP semua, sehingga capital dari MKP. "Jadi keluarnya nanti dalam bentuk OPEX saja," sebutnya. Sehingga, kata dia, ini adalah satu-satunya skema kerjasama yang saat ini baru disediakan oleh MKP saja. 

Hal tersebut didasari juga dari situasi pandemi, dimana bisnis dan ekonomi sedang turun drastis khususnya di Bali sebagai daerah pariwisata. "Untuk itu, apabila kami beban kan CAPEX ke masing-masing tempat wisata akan sangat berat sekali," tegasnya. Intinya, per transaksi saja untuk biaya layanan yang dikenakan ke Krisna. Pihaknya sangat agresif membantu destinasi pariwisata yang kini sedang mengalami penurunan. 

Keuntungan bagi MKP tidak saja dari segi materi, namun lebih kepada bisnis jangka panjangnya. "Intinya kami fokus, agar teman-teman yang bergerak di industri pariwisata bisa terbantu, horizon kami 5-10 tahun ke depan," sebutnya. Sehingga walau saat ini seluruh pendanaan dari MKP, untuk investasinya. Untuk itu, MKP sudah dipercaya mulai dari Ancol, Taman Safari, hingga beberapa bisnis titik pariwisata lainnya dengan lebih dari 100 titik di Jawa dan Bali. Targetnya dalam 3 tahun bisa lebih dari 1.000 titik. 

Jika kondisi masih belum stabil maka revenuw sharing juga mengikuti. Begitu juga jika kondisi membaik maka revenuw sharing bisa lebih meningkat. Didampingi Co-CEO MKP, Irawan Wu, dikatakan bahwa MKP sudah berskala nasional dan telah berkerjasama dengan Bank Mandiri dalam melakukan implementasi 4P, yaitu pariwisata – parkir – pasar – public toilet.

“Krisna Group merupakan wajah industri pariwisata nasional dan Bali. Kami akan
terus memberikan support, melalui kompetensi MKP sebagai pionir e-Ticketing di
Indonesia,” ujar Irawan Wu.

Muhammad Iduan Arafah, Vice President Area Denpasar, mengatakan bahwa MKP dan Bank Mandiri telah melakukan dobrakan yang luar biasa di bidang e-ticketing. “Ya, luar biasa sekali terobosan yang dilakukan Bank Mandiri dan MKP. Kiranya ini adalah langkah kecil yang dapat menuntun Bank Mandiri dan MKP ke langkah yang lebih besar," katanya.

Dimana kerjasama MKP dengan Bank Mandiri ini, juga sejalan dengan program Kementrian Pariwisata, yaitu mendigitalisasi tiket pariwisata, retribusi pasar, retribusi parkir, hingga public toilet. "Ini solusi pembayaran e-ticketing dan e-payment. Jadi kami dari Bank Mandiri mensupport digitalisasi payment ini. Semoga ini nanti bisa mendukung cashless juga untuk masyarakat Bali," sebutnya. 

Apalagi dengan gaungan Bali Bangkit, dan rencana pemerintah membuka Bali bagi wisman pertengahan tahun ini. Harapannya bisa mendukung cashless bagi masyarakat Bali. Dalam memajukan industri pariwisata di Pulau Dewata. Untuk itu, ia sangat berterimakasih kepada MKP dan Krisna dalam dukungan terhadap digital payment  atau transaksi pembayaran elektronik ini. 

Semua channel pembayaran pun bisa dilakukan, baik dengan e-Money, QRIS, bahkan dengan channel digital payment lainnya. "Ini banyak manfaat, satu diantaranya untuk Krisna menjadikan kemudahan untuk rekonsiliasi, dashboard monitoring dan lain sebagainya," ungkapnya. Kemudian untuk masyarakat, menjadi dengan mudah bertransaksi tanpa menggunakan uang cash dan lebih transparan. "Sehingga dalam mewujudkan impian pemerintah dalam menciptakan cashless society bisa tercapai, khususnya untuk ekosistem di pariwisata," katanya. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved