Berita Bali

Manfaat Terbukti Nyata, Gubernur Bali Siap Dukung Pelaksanaan Program Jamsostek

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bersama Pemerintah Provinsi Bali, menyerahkan santunan beasiswa berkisar Rp144 juta k

Istimewa
Pemberian santunan beasiswa oleh BPJamsostek kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bersama Pemerintah Provinsi Bali, menyerahkan santunan beasiswa berkisar Rp144 juta kepada dua orang anak ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Manfaat beasiswa secara simbolis, diserahkan langsung Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster di rumah jabatan Gubernur Bali, Kamis, 20 Mei 2021. 

I Wayan Koster mengatakan, manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola BPJamsostek ini sangat baik. Dirinya menyatakan mendukung penuh Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021, untuk mengoptimalkan pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjan di provinsi Bali.

Agar seluruh masyarakat Bali, dapat merasakan dan terlindungi jaminan sosialnya. “Manfaatnya sangat baik, terutama manfaat program Jaminan Kematian yang santunannya mencapai Rp 42 juta, dan beasiswa mencapai Rp 174 juta untuk 2 orang anak. Khususnya untuk masyarakat Bali, karena akan sangat membantu dalam menjalankan upacara adat ngaben," jelas I Wayan Koster.

Secara detail manfaat beasiswa yang diberikan kepada 2 ahli waris, adalah beasiswa sebesar Rp 12 juta per tahun, untuk anak yang sedang menjalani pendidikan kuliah kedokteran gigi. Serta seorang lainnya adalah siswa sekolah dasar (SD), yang akan mendapatkan total beasiswa hingga lulus sarjana (S1) sekitar Rp84 juta.

Selanjutnya, Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan persnya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, atas dukungan yang diberikan sehingga pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Provinsi Bali terlaksana dengan baik sesuai amanah undang-undang.

“Dukungan nyata yang diberikan adalah dalam bentuk regulasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, salah satunya Perda Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Sehingga ini juga menghantarkan Provinsi Bali menjadi finalis Paritrana Award Tahun 2020, kategori Pemerintah Provinsi terbaik," ungkap Anggoro dalam rilisnya. 

Pada tahun 2021, terjadi peningkatan kepesertaan sektor informal di Provinsi Bali sebesar 98,47 persen dibandingkan tahun 2020. Sedangkan kepesertaan formal mengalami penurunan sebesar 22,89 persen. Hal ini disebabkan oleh imbas pandemi Covid-19, yang berdampak besar pada pekerja sektor pariwisata di Provinsi Bali.

Lebih jauh, Ia menyatakan untuk tahun 2020 lalu, di Provinsi Bali sebanyak 74 ribu peserta jaminan sosial ketenagakerjaan mendapat manfaat dari program yang diikuti ini. Dengan total nilai manfaat untuk ke 4 program (JHT, JKK, JKM dan JP) sebesar Rp 891 miliar.

Menutup acara tersebut, Anggoro menyampaikan pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan dan akses informasi, kepada seluruh masyarakat pekerja di Provinsi Bali dan memberikan akses kemudahan dalam pendaftaran dan pelayanan klaim.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved