Work From Bali

Lakukan Kegiatan dan Meeting, BTB Gaungkan Work From Bali

Pasca terpilihnya kembali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menjadi Ketua Bali Tourism Board (BTB) atau Gipi. Ia langsung kembali menggaungkan work fro

TribunTravel/Gigih Prayitno
Pertunjukkan Tari Kecak dan sunset di Uluwatu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca terpilihnya kembali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menjadi Ketua Bali Tourism Board (BTB) atau Gipi. Ia langsung kembali menggaungkan work from Bali (WFB). Gus Agung, sapaan akrabnya, berharap WFB ini memberi angin segar. Setelah mati surinya pariwisata Bali, akibat pandemi virus Covid-19. 

Ide ini sejatinya sejak lama ia gaungkan, dan hingga kini terus disosialisasikan. Khususnya kepada kalangan pemerintah, baik pusat dan daerah, BUMN, hingga swasta. Agar melakukan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) di Bali. "Tapi saya tidak mau sekali saja lalu selesai, kalau bisa sustainable lah," tegasnya di Denpasar, Sabtu 22 Mei 2021. 

Ketua BTB periode 2021-2026 ini, dengan lantang mengatakan bahwa Bali siap. Maksudnya, Bali siap dengan event apapun dan skala berapapun. Dengan SDM dan sarana-prasana yang mumpuni serta memadai. Lanjutnya, sudah ada 18 PCO yang sangat siap menyambut kedatangan MICE ini. 

Harapannya, tentu saja memberi angin segar bagi Bali. Di tengah keterpurukan sektor pariwisata, yang notabene adalah sektor penggerak Pulau Dewata. Datanya, 53 persen PDRB Bali bertumpu dari sektor pariwisata. Namun kini berkontraksi hanya 9 persen lebih sejak 2020 sampai 2021. 

"Kontraksi ini terendah, sehingga berpengaruh kepada daya beli masyarakat," tegasnya. Intinya, semua stakeholder pariwisata akan menikmati apabila WFB ini berjalan sesuai harapan. Gus Agung sendiri akan memastikan dan memantau itu di lapangan bersama para stakeholder dan asosiasi di bawah naungan BTB. 

"Sebanyak 18 PCO ini hadir untuk WFB, dan kami rancang melibatkan 500 UMKM," sebutnya. Ini akan disebar di 9 kabupaten/kota. Walaupun dalam masa pandemi ini, tentu saja yang diutamakan adalah wilayah greenzone. Atau yang masyarakat dan pelakunya hampir sebagian besar telah divaksin. 

"Walau dicoba di Nusa Dua dulu, ke depan pasti akan tersebar ke seluruh Bali," ungkapnya. Untuk itu, ia harapkan WFB ini berjalan minimal setahun ke depan. Tidak hanya satu, dua bulan saja. Sehingga memberikan efek jangka panjang bagi Bali. Khususnya industri pariwisata dalam kembali memutar roda perekonomian. Setelah dipukul habis-habisan oleh dampak pandemi ini. 

Pihaknya juga sangat mengapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenmarinves), Luhut Binsar Pandjaitan, yang ikut menggaungkan WFB. Kemenmarinves bahkan membuat poster bertajuk 'Dari WFH ke WFB' yang dipasang di media sosial.

Pada poster ini, juga diutarakan bahwa Menko Marves menggagas WFB, bagi kementerian di bawah koordinatornya. Guna mendukung peningkatan pariwisata di Pulau Dewata. Sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Bahkan sudah ada belasan hotel yang sangat siap dengan WFB ini. 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved