Batam Aero Technic (BAT) Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam

Dengan nilai investasi Rp 7,29 triliun, serta dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang pada 2030. Bahkan mampu menghemat devisa rata-rata 65-70 persen,

Istimewa
Batam Aero Technic (BAT) Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Dengan nilai investasi Rp 7,29 triliun, serta dapat menyerap tenaga kerja 9.976 orang pada 2030. Bahkan mampu menghemat devisa rata-rata 65-70 persen, dari Kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun. 

"Batam Aero Technic (BAT), sebagai pusat perawatan dan pengerjaan pesawat udara (maintenance, repair, overhaul/ MRO) member of Lion Air Group. Mengumumkan telah mendapatkan persetujuan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam," jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam rilis Minggu 13 Juni 2021.

Hal itu tertuang dalam ketetapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 67 Tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic.

Peresmian BAT sebagai KEK di Batam, dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan bertempat di fasilitas BAT oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi. Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait. Direktur Utama Batam Aero Technic, I Nyoman Rai Pering Santaya.

Dan disaksikan oleh jajaran lembaga atau institusi terkait. BAT dan para pemangku kepentingan, segenap pihak yang terkait (stakeholder) perlu berkomitmen dalam memperlancar dan mewujudkan keberhasilan (kesuksesan) pengembangan KEK BAT di Batam.

BAT telah memenuhi kriteria-kriteria menurut ketentuan tentang penyelenggaraan KEK, dan memenuhi kualifikasi rencana bisnis yang mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya industri aviasi.

Nilai investasi Rp 7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70 persen, dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dalam jangka menengah, diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata (kisaran) 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar 100 miliar dolar pada 2025.

Batam Aero Technic, yang mulai beroperasi pada 2014 merupakan perusahaan penyedia jasa perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance repair and overhaul (MRO).

Yang didirikan dengan tujuan untuk merawat, serta memperbaiki pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air, Thai Lion Air serta Angkasa Aviation Academy (sekolah pilot).

Capability yang dimiliki Batam Aero Technic saat ini, adalah perawatan Airbus 320, Boeing 737 series, Airbus A330, Hawker 800/ 900 XP, ATR 72 500/ 600 serta memperkerjakan kurang lebih 2.000 personil (sumber daya manusia) dengan jumlah investasi yang sudah tertanam sekitar Rp 1 triliun. 

Batam Aero Technic telah memiliki 4 (empat) unit hanggar perawatan pesawat, dengan daya tampung 12 pesawat Boeing 737, Airbus 320, 1 (satu) unit hanggar untuk pembersihan permukaan cat pada badan pesawat (paint stripping). Sebelum masuk proses pengecatan ulang (painting) dan perawatan pesawat.

Satu unit hanggar untuk pengecatan dan perawatan pesawat, satu gedung suku cadang seluas 4.000 m2, satu unit gedung sarana perawatan komponen pesawat (workshop). Sarana perawatan dan perbaikan telah dibangun diatas lahan seluas 30 hektar (Ha) yang disediakan oleh Badan Pengusahaan Batam.

Logistik BAT mencakup gudang peralatan, komponen (tools and sparepart) untuk pekerjaan yang berkaitan pabrikasi (maintenance workshop), seperti cabin item: dapur pesawat (galley), toilet pesawat (lavatory), kompartemen bagasi kabin (headrack), furnishing (seat, coverseat, carpet, handrest) dan lainnya.

Kawasan industri BAT telah terbangun sejalan pada lahan tahap 1 dan 2 seluas 6 hektar (Ha). Saat ini dalam pembangunan tahap 3.

Pada pembangunan hanggar tahap 3, BAT berencana membangun 8 (delapan) unit hanggar yang dapat menampung 24 pesawat udara tipe Boeing 737 dan Airbus 320. Delapan unit hanggar ini, diharapkan dapat meningkatkan serapan perawatan pesawat secara nasional dan internasional.

Serta meminimalisir jumlah pekerjaan yang dikirim ke luar negeri. "BAT menyampaikan rasa terima kasih atas terbentuknya sebagai KEK di Batam dalam upaya melakukan pengembangan usaha dengan tujuan sinergi positif sektor aviasi. Iklim usaha yang diciptakan oleh pemerintah sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia," jelasnya.

Dalam hal ini, pelaku usaha dibidang industri penerbangan khususnya jasa angkutan udara. Sangat merasakan bantuan dan dukungan dari pemerintah dalam rangka pengembangan dan pertumbuhan bidang usaha industri penerbangan.

KEK BAT di Batam ini optimistis akan mampu mendorong perseroan (Batam Aero Technic), untuk terus meningkatkan utilisasi dan optimalisasi dari kapabilitas yang dimiliki saat ini sejalan rancangan kerja berkelanjutan (master plan). Harapan utama, dapat terwujud perawatan pesawat yang terintegrasi sehingga dapat menekan angka pekerjaan berbagai perawatan pesawat ke luar negeri.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved