BRI dan REI Bali Kerjasama Sediakan Perumahan Bagi Masyarakat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bersama DPD Realestat Indonesia (REI) Bali, terus menjalin kerjasama dalam upaya menyediakan perumahan bagi wa

Anak Agung Seri Kusniarti
Pertemuan REI Bali dan BRI dalam membahas sektor perumahan di Bali. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bersama DPD Realestat Indonesia (REI) Bali, terus menjalin kerjasama dalam upaya menyediakan perumahan bagi warga. Executive Vice President Consumer Credit Division BRI, Handaru Sakti, menjelaskan bahwa secara nasional mendorong pertumbuhan sektor perumahan. 

"Karena sektor perumahan ini adalah salah satu sektor yang memberikan multiflier efek. Yaitu sekitar 174 sektor yang terlibat, dan bisa mendorong perekonomian secara regional," katanya di Denpasar beberapa waktu lalu. Serta padat karya, sehingga BRI dan DPD REI Bali dalam rangka percepatan memenuhi backlog perumahan. 

Pihaknya akan join promosi, termasuk kegiatan pameran-pameran bareng. "Serta BRI sudah merelaksasi sektor terdampak secara case by case. Sehingga sektor terdampak sudah tumbuh, kami akan mempermudah memberikan approval untuk end user," katanya. Pihaknya optimistis, tahun ini akan tetap bertumbuh dengan target nasional untuk sektor perumahan mencapai Rp 7 triliun. 

Kemudian untuk FLPP, target BRI nasional sekitar 6.000 unit sudah tercapai 90 persen. "Sekarang kami sedang mengajukan lagi 10 ribu unit, tinggal tergantung pemerintah nanti memberikan kuotanya berapa," ujarnya. Ia berharap bisa disetujui semuanya, sehingga mempercepat pembangunan rumah-rumah untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

"Pada tahun ini juga, BRI mendorong percepatan kebutuhan perumahan-perumahan untuk pegawai sipil kepolisian. Program dari Kapolri itu 100 ribu unit se-Indonesia, nah khusus Bali ada 11.900 yang akan kami kerjasamakan dengan REI Bali," sebutnya. Harganya tergantung kemampuan masing-masing orang dan tergantung penghasilannya. Ini juga dikaitkan subsidi uang muka dari Asabri. 

"Realisasinya sudah berjalan, tinggal mendorong percepatannya saja," imbuhnya. Kemudahan kerjasama dengan developer dalam hal ini dipermudah, proses putusan one day approval. Serta program join promosi lainnya. Bebas provisi, dengan suku bunga khusus dan lain sebagainya. "Asal ada end user siap, kami siap," katanya. 

Pertumbuhan kredit perbankan sampai April 2021, memang masih mengalami kontraksi 2,28 persen (yoy). Namun demikian BRI masih optimistis pada segmen kredit konsumsi, dimana sampai dengan Mei secara yoy masih tumbuh positif 4,3 persen dan secara ytd tumbuh 1,4 persen.  

Survey konsumen BI mengindikasikan optimisme konsumen terus menguat. Hal ini sejalan dengan BRI Micro & SME Index, yang menunjukkan bahwa ekspektasi bisnis UMKM pada Q2-2021 meningkat dan mengindikasikan keyakinan pelaku UMKM bahwa pertumbuhan ekonomi Q2-2021 akan lebih tinggi dibandingkan Q1-2021. 

BRI memproyeksikan kredit konsumsi di Q2-2021, akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan Q1-2021. Pertumbuhan kredit konsumsi optimistis pada akhir Q2 mendatang diperkirakan akan tumbuh  sekitar 4,15 persen sampai dengan 4,5 persen secara yoy atau 1,9 persen sampai dengan 2,2 persen secara ytd. Keyakinan ini didukung oleh trend penurunan suku bunga, pemulihan konsumsi masyarakat sebagai dampak dari kebijakan stimulus dari pemerintah, BI dan OJK, dan optimisme konsumen serta pelaku usaha.

"Polisi baru yang masih bujang, dan incomenya di bawah Rp 6 juta per bulan bisa menggunakan subsidi atau FLPP," sebutnya. Atau yang sudah menikah dengan income di bawah Rp 8 juta. "Tetapi income di atas itu dan tidak pada FLPP, maka ada program khusus BRI," katanya. Seperti uang muka nol persen dan bunga khusus dan lebih ringan dengan sistem anuitas. 

Ketua DPD REI Bali, Gede Suardita, menjelaskan selalu siap dengan kerjasama ini. Khususnya dalam penyediaan rumah bagi ASN Polri, yang dicanangkan 10.900 unit di Bali. "Yang penting ketika ada SLIK, ada kebijakan juga di saat jumlah gaji anggota kepolisian tersebut masih sisa dan bisa menyicil rumah," katanya. Sehingga keinginan percepatan bisa tercapai. Apalagi 90 persen REI menguasai perumahan subsidi di Indonesia.

DP nol persen, membuat perumahan ini diyakini akan banyak peminat. "Kalau di kami kan tetap ada pengembang subsidi dan komersil. Kalau TNI-Polri lebih banyak yang subsidinya. Sebenarnya kalau di atas subsidi mungkin bisa diberikan bunga khusus oleh BRI," katanya. Ia mengatakan proses di bank biasanya cukup rumit dan agak lama, sehingga diharapkan bisa dipermudah ke depannya. "Kalau di bank lain minimal seminggu, kalau BRI mengatakan one day approval dan ini sangat luar biasa," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved