Petani Bali Akui Mudah Dapatkan Asuransi Pertanian

Kementerian Pertanian terus mendorong para petani, untuk bergabung dengan asuransi pertanian. Tujuannya adalah memberikan perlindungan pada lahan pert

Istimewa
Sang Ketut Rencana 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Kementerian Pertanian terus mendorong para petani, untuk bergabung dengan asuransi pertanian. Tujuannya adalah memberikan perlindungan pada lahan pertanian mereka, dari ancaman kerusakan tanaman akibat bencana alam. 

Saat ini, untuk mendaftar menjadi peserta asuransi pertanian tidaklah sulit. Hal ini seperti yang diungkapkan langsung oleh petani dari Bali, bernama Sang Ketut Rencana. Ketut yang juga sebagai Kelihan Subak di Tegalalang, Bangli ini, menjelaskan calon penerima manfaat asuransi cukup memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian didaftarkan ke bagian sarana dan prasarana, dinas pertanian kabupaten, lalu dinas memproses.

"Kalau daftarnya, kelihan subak yang mendaftarkan anggotanya. Caranya masukan KTP, lalu nanti data itu dimasukkan sarpras, di kaprodi bidang sarpras pertanian. Disana yang membidangi nanti ditanyakan berapa luasan areal petani, siapa namanya, nomor KTPnya, lalu dapat polisnya dari PT Jasindo. Setelah itu dari dinas yang membukakan usulan dari PT Jasindo," jelas Ketut kepada dalam siaran pers, Selasa 6 Juli 2021. 

Ketut mengatakan, program asuransi pertanian sangat membantu para petani untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen ketika musim panen tiba. "Memang bagus itu, tatkala petani mengalami gagal panen, modalnya itu kan kembali. Modal produksi, sehingga manfaatnya sudah jelas, kalau gagal panen berarti diganti biaya produksi petani itu, kan jelas diganti. Di daerah Senduku sempat itu terjadi gagal panen, 2 kali atau 3 kali, di daerah-daerah sana karena hama," katanya.

Kendati demikian, kata Ketut, pihaknya berharap asuransi pertanian yang syarat klaimnya untuk tingkat kerusakan tanaman yang tadinya 75 persen. Bisa turun menjadi 50 persen, agar para petani yang terkena dampak bisa klaim. "Harapannya selaku klien subak mewakili petani, jadi asuransi ini memang bagus buat masyarakat petani. Cuma diusahakanlah biar bisa 50 persen pengganti klaimnya, itu harapannya petani," tegasnya.

Sebelumnya, Pertanian'>Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan asuransi pertanian berperan besar dalam memberikan pertanggungan kepada petani ketika terjadi gagal panen. Asuransi akan membantu petani, menghindari kerugian jika terjadi gagal panen. Sebab pertanian itu amat rentan terkendala perubahan iklim serta serangan organisme pengganggu tanaman.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menjelaskan, asuransi pertanian merupakan bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Asuransi pertanian akan menjadi yang terdepan untuk membantu petani, agar terhindar dari kerugian akibat gagal panen. Ketika terjadi gagal panen, maka petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar per musim. (ask)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved