Salurkan Lagi BSU, BPJamsostek Tunggu Regulasi Pemerintah Pusat

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, telah mengumumkan perihal penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak

Istimewa
Kantor BPJamsostek 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, telah mengumumkan perihal penyaluran kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak PPKM.


Pasca pengumuman resmi itu, BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyambut baik inisiatif tersebut. BPJamsostek pun memastikan kesiapan mendukung pemerintah, dalam menyukseskan penyaluran BSU ini.


Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu regulasi BSU oleh pemerintah pusat. Regulasi tersebut akan mengatur syarat dan kriteria, tentang detail peserta BPJamsostek yang berhak mendapatkan BSU.

Seperti kelompok segmen pekerja, tanggal kepesertaan aktif, besaran upah maksimum, kategori jenis industri dan wilayah terdampak, serta besaran BSU yang akan diterima. "Kami siap untuk dukung pemerintah menyalurkan BSU ini. Sebagai mitra penyedia data, sebelumnya juga kami telah menyampaikan usulan-usulan alternatif penerima BSU. Tentunya data yang akan kami serahkan sesuai regulasi yang akan ditetapkan pemerintah," kata Anggoro dalam siaran pers yang diterima Minggu 25 Juli 2021.  

Anggoro mengakui, dari pengalaman BSU sebelumnya akan membantu BPJamsostek menyajikan data yang lebih baik. "Pada tahun 2020, BPJamsostek telah menyerahkan data kepada pemerintah sebanyak 12,4 juta pekerja dari sekitar 413 ribu perusahaan," ungkapnya. 

Anggoro menegaskan perusahaan atau pemberi kerja, harus memastikan hak seluruh pekerja untuk terdaftar di BPJamsostek telah terpenuhi sesuai regulasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek)."Karena perlindungan BPJamsostek sangat penting di masa pandemi. Ditambah lagi pemerintah selalu menggunakan data kepesertaan tersebut, untuk penyaluran bantuan seperti BSU," katanya. 

Ia menjelaskan para pekerja dapat langsung mengecek status kepesertaan pada BPJamsostek, melalui aplikasi mobile BPJSTKU yang bisa didownload di mobile store Android dan IOS."Pekerja juga dapat bertanya langsung pada pengurus HRD masing-masing, apakah hak perlindungan Jamsostek sudah didapatkan," katanya. 

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto,  di tempat terpisah mengajak perusahaan memastikan perlindungan seluruh pekerja. Terlebih di masa pandemi, dimana seluruh sektor merasakan dampak yang signifikan."BSU ini merupakan nilai tambah sebagai peserta BPJamsostek, pastikan pekerja yang berhak akan mendapatkan sehingga dapat meringankan beban mereka," imbuh Toto. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved