Revolusi Industri, BPJamsostek Terus Lakukan Inovasi

Dunia saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 pun membuat BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) tidak berhenti melakukan ber

Istimewa
Aplikasi dan kanal pendaftaran serta pembayaran iuran BPJamsostek mempermudah peserta. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Dunia saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 pun membuat BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) tidak berhenti melakukan berbagai inovasi. 

Salah satunya memanfaatkan kemudahan teknologi, untuk mempermudah peserta dalam melakukan pendaftaran maupun pembayaran iuran. Saat ini, sedikitnya 13 kanal telah dibuka untuk dapat mengakomodir layanan kepada peserta. 

Seperti Linkaja, Cermati.com, dan Agen 46, yang telah mengakomodir pendaftaran dan pembayaran iuran bagi peserta BPJamsostek. Sementara kanal lainnya, seperti aplikasi Tokopedia, Gopay, Shopeepay dan Grab.

Kemudian mobile banking bank-bank Himbara (Himpunan Bank milik Negara), dan Bank BCA, dapat digunakan untuk membayarkan iuran BPJamsostek. Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainuddin, memastikan pihaknya akan terus menambah kanal, khususnya untuk pendaftaran peserta.

Komitmen itu, untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJamsostek.“Saat ini sebanyak 48,6 juta pekerja, telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek, itu baru separo dari populasi pekerja yang eligible untuk terdaftar sebagai peserta BPJamsostek," katanya dalam siaran pers, Kamis 29 Juli 2021.

"Tugas kami untuk memperluas cakupan perlindungan, salah satu caranya dengan meningkatkan experience pelayanan peserta dan mempermudah akses dalam mendaftar dan membayar iuran BPJamsostek,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, generasi pekerja millenial merupakan sektor pekerja yang tentunya sudah sangat akrab dengan pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, penyediaan platform pembayaran yang beragam dan dekat melalui aplikasi yang digunakan sehari-hari, diharapkan berimbas positif pada cakupan perlindungan pekerja di Indonesia.

“Jadi makin banyaknya pilihan akses pendaftaran, dan pembayaran iuran ini. Harapannya akan semakin mempermudah para pekerja mendapaktan perlindungan jaminan sosial, terlebih iuran yang dibayarkan cukup terjangkau mulai dari 16.800 per bulan,” kata Zainudin.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto, di tempat terpisah mengatakan pihaknya akan selalu berinovasi. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat, dalam menjangkau akses perlindungan sosial ketenagakerjaan. 

Maka dari itu, pihaknya mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja, agar dapat bekerja dengan tenang. "Dengan iuran yang sangat terjangkau ini, pekerja sudah mendapatkan perlindungan terhadap dua risiko kerja, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), dengan manfaat yang relatif cukup besar," jelasnya.

Bahkan ada beasiswa dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, dengan total Rp174 juta bagi 2 anak pekerja yang mengalami kejadian meninggal dunia. Ke depan, BPJamsostek diakui akan terus berinovasi, untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini. 

“Semoga dengan perluasan kanal pendaftaran dan pembayaran ini, tidak hanya menjadi tonggak keberhasilan perluasan cakupan kepesertaan. Tetapi juga dapat dijadikan sebagai transformasi pembayaran secara digital yang efektif, efisien, dan berkesinambungan,” pungkas Toto. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Bali

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved